11 Jan 2018 12:43

Pilih Ikut Suami, 15 ASN Tingalkan Boltim

MyPassion
Ilustrasi

BOLTIM--Sebanyak 15 Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Kabupaten Boltim memilih untuk pindah. Diantaranya, lima orang berstatus guru dan 10 lainnya sebagai pejabat struktural.

Kepala Bidang Mutasi di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Fanly Modeong mengatakan, yang menjadi alasan pindahnya para ASN karena mengikut suami, dan ada yang menjadi tumpuan keluarga.

Menurut Fanly, proses mutasi baik keluar mapun masuk di Kabupaten Boltim dilakukan ketat, melihat kebutuhan jabatan dan menjaga hal yang tidak diinginkan. "Selain permohonan keluar ada juga permohonan masuk. Tapi, kita teliti dulu. Jangan ada pelanggaran displin atau bahkan TGR di daerah tugas asal. Kedua hal itu yang kita jaga," sebutnya.

Sementara itu, Kasubid Mutasi dan Kepangkatan Happy Malonda mengungkapkan, meskipun ada pegawai keluar tapi ada 12 pegawai juga yang masuk di Boltim. "Diterimanya ASN pindah ke Boltim, karena Boltim memang masih membutuhkan. Itupun pasti dilihat dari analisis jabatan," ungkapnya.

Dia menambahkan, tak semua permohonan mutasi yang masuk lalu mendapat persetujuan dari pemerintah kabupaten. "Ada tujuh ASN yang permohonan mutasinya ditolak. Karena tidak memenuhi syarat untuk mutasi," ujarnya.

Selain mutasi keluar daerah, terdapat juga sejumlah ASN yang meminta mutasi dari pejabat fungsional ke pejabat struktural. "Totalnya ada 15 orang. Diantaranya,  enam guru, tujuh tenaga kesehatan dan dua penyuluh. Semuanya mau dipindahkan sebagai pegawai struktural di dinas," tandasnya.(cw-02/ite)

Kirim Komentar