11 Jan 2018 11:56

Kedapatan Pakai Atribut Paslon, Oknum ASN Terancam Sanksi

MyPassion
Ilustrasi

BOLMUT –Oknum ASN yang bertugas di Kecamatan Bintauna berinisial TD, terancam sanksi. Karena terciduk Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulut menggunakan atribut salah satu pasangan calon (paslon), saat proses pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulut Devisi Hukum Penindakan Pelanggaran (HPP) Mustarin Humagi SHI mengatakan, parahnya lagi, keterlibatan TD saat jam kerja sedang berlangsung. “Kami akan mendelegasikan Panwaslu Bolmut untuk segera memproses ASN tersebut.

Ada beberapa sanksi yang bisa dikenakan pada ASN yang terlibat politik praktis. Bisa diturunkan jabatan bila dia memiliki jabatan, bisa dimutasi atau pemecatan langsung tergantung tingkat pelanggarannya,” ancam Humagi

Dijelaskannya, berdasarkan pasal dua huruf F Undang-undang 5/2014 tentang ASN, bahwa setiap ASN tidak berpihak dari segala pengaruh manapun dan tidak memihak pada kepentingan siapapun. ”Panwaslu akan menindak tegas kepada semua ASN yang mencoba terlibat langsung pada poltik praktis dan ini berlaku pada semua ASN bukan hanya salah satu staf di Kantor Camat Bintauna,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Depri Pontoh menegaskan, agar tidak terlibat dengan politik. "Saya tekankan agar ASN tidak ikut terlibat dan berpartisipasi dalam agenda pendafataran," tegasnya.

Dia menjelaskan, hal ini akan sangat melanggar disiplin PNS yang diatur dalam PP 53/2010. Selain penegasan kepada jajaran ASN, hal inipun ditekankan Bupati kepada para tenaga honor dan jajaran pemerintahan hingga ditingkat desa. (tr-05/ite)

Kirim Komentar