11 Jan 2018 08:48

JS Bisa Dikalahkan Kotak Kosong

MyPassion
James Sumendap

MITRA—Hingga pukul 00.00 Wita tadi malam, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minahasa Tenggara (Mitra) hanya menerima satu pasangan calon yang mendaftar, yakni James Sumendap-Joke Legi. Pasangan ini diusung delapan partai politik.

 

Sesuai aturan, jika hanya satu pasang yang mendaftar maka KPU wajib memperpanjang pendaftaran. “Untuk satu pasangan calon ada aturan tersendiri yang akan diterapkan. Namun secara undang-undang bila memang sampai pendaftaran ditutup maka harus dilakukan penambahan tiga hari,” ujar Ketua KPU Sulut Yessy Momongan, tadi malam.

Selanjutnya ditambahkan Komisioner KPU Mitra Johnly Pangemanan, pendaftaran untuk pasangan calon dari partai politik diperpanjang. "Jadi kami sudah tutup pendaftaran Rabu (10/1) tepat jam 12 malam. Lalu akan disosialisasikan perpanjangan pendaftaran selama tiga hari, 11-13 Januari. Kemudian langsung dilaksanakan perpanjangan bagi calon lain selama tiga hari, dari Minggu (14/1) sampai Selasa (16/1)," paparnya.

Menurut Pangemanan, perpanjangan masa pendaftaran itu sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Tenggat pendaftaran diatur yakni tiga hari setelah penutupan masa daftar awal. "Tapi kalau sampai dengan perpanjangan waktu ternyata tetap saja pasangan calon cuma satu pasangan calon, maka Pilkada lanjut dengan calon tunggal melawan kotak kosong,” ujarnya. Namun, kata Pangemanan, tidak menutup kemungkinan delapan partai pengusung bisa mengubah dukungannya, bakal ada calon lain maju di Pilkada Mitra.

Sementara jika terjadi calon tunggal, dijelaskan Pangemanan, ada mekanisme pemilihan. "Tetap ada surat suara, dicantumkan setuju atau tidak setuju. Paslon tunggal harus meraih minimal suara 50 persen tambah 1 dari jumlah pemilih," jelasnya. Jika paslon tunggal gagal, maka akan dilakukan pemilihan pada Pilkada serentak selanjutnya. "Yakni pada 020 nanti," kunci Pangemanan.

Dengan demikian perjuangan James Sumendap (JS) meraih kemenangan di Mitra cukup berat. Mengacu pada daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan gubernur lalu, jumlah pemilih di Mitra mencapai 81.158. Jika semua menyalurkan hak suaranya maka JS wajib meraih minimal 40.578 suara.

“Bukan berarti karena melawan kotak kosong calon tak lagi sosialisasi mengkampanyekan visi dan misi serta program ke depan, atau malah mulus. Perjuangan keras harus dilakukan agar bisa memenuhi ketentuan undang-undang,” sebut pengamat politik Sulut Dr Ferry Liando.

Lanjutnya, itu konsekuensi melawan kotak kosong. “Pasangan calon harus mampu membuktikan pada masyarakat jika mereka memang layak memimpin daerah tersebut,” ujarnya.

Apalagi lanjut akademisi Unsrat ini, sudah ada sejarah di Indonesia kotak kosong menang dari calon. “Kotak kosong pernah menang yaitu waktu  Pilkada di Pati. Tapi pengalaman Pilkada 2017, semua calon yang lawan kotak kosong selalu menang diatas 50 persen ke atas,” tandasnya.(ctr-03/tr-04/gel)

Kirim Komentar