11 Jan 2018 09:17

Hati-hati!Tawaran Investasi Bodong Intai Warga Sulut

MyPassion

MANADO—Tawaran investasi bodong terus mengintai Sulut. Tak sedikit keluhan bahkan laporan akan tawaran investasi yang tak jelas. Termasuk bisnis Mulit-Level-Marketing (MLM). Pengamat ekonomi Sulut Victor Lengkong menuturkan, jaman semakin canggih. Sehingga modus kejahatan dan penipuan sudah semakin banyak.

“Yang paling penting adalah masyarakat harus benar-benar paham terhadap banyaknya produk-produk investasi dan produk jasa keuangan. Harus ada sosialisasi pada masyarakat. Agar mereka tak sembarangan menginvestasikan uangnya pada perusahaan yang tidak jelas,” imbuh Lengkong.

Akademisi Unsrat ini menilai, perkembangan teknologi yang ada harusnya dapat dimanfaatkan untuk mencari informasi serta modus-modus penipuan. “Bukan hanya model penipuan saja yang semakin kompleks, masyarakat juga harus lebih pintar mencegah penipuan tersebut,” katanya.

Dirinya mengimbau, semua instansi terkait baik OJK, dan penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku. “Jika tertangkap, para pelaku harus diberikan sanksi yang berat. Begitupun dengan perusahaannya. Jika terbukti melakukan penipuan, izin usahanya harus dicabut. Yang terpenting adalah kesadaran dari masyarakat itu sendiri,” tutupnya.

Diketahui, akhir tahun lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui OJK Sulutgomalut merilis daftar perusahaan yang masuk penanganan OJK. Tercatat ada 21 entitas perusahaan yang diduga merugikan masyarakat. Daftar ini berdasarkan data Tim Satuan Tugas (Satgas) Waspada Invetasi. 

“Satgas penanganan dugaan tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi atau satgas waspada investasi mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap penawaran produk atau kegiatan usaha dari 21 entitas yang telah diidentifikasi pada Desember ini,” ujar Kepala OJK Wilayah Sulutgomalut Elyanus Pongsoda.

Diejaskannya, imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tidak memiliki izin usaha penawaran produk dan penawaran investasi. “Sehingga berpotensi merugikan masyarakat karena imbal hasil atau keuntungan yang dijanjikan tidak masuk akal,” terang Pongsoda.

Dia menambahkan, Satgas waspada investasi meminta kepada masyarakat selalu berhati-hati dalam menggunakan dananya. “Jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima,” sebutnya. Dia menjelaskan, peran serta masyarakat sangat diperlukan. “Terutama peran untuk tidak menjadi peserta kegiatan entitas tersebut dan segera melaporkan apabila terdapat penawaran investasi yang tidak masuk akal,” pungkas Pongsoda. (ctr-02/fgn)

Kirim Komentar