11 Jan 2018 09:56

Bangun Toleransi di Sulut

MyPassion
KHUSYUK: MUI Kota Manado menggelar Musda masa khidmat 2017-2022 dan Seminar Pembangunan Sumber Daya Manusia Umat Islam Manado, di Aula Masjid Raya Ahmad Yani. Foto: Vanly Regoh/MP

MANADO--Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Manado menggelar Musyawarah Daerah (Musda) masa khidmat 2017-2022 dan Seminar Pembangunan Sumber Daya Manusia Umat Islam Manado, Rabu (10/1) kemarin, di Aula Masjid Raya Ahmad Yani.

Kegiatan ini dibuka Staf Ahli Wali Kota Manado Bidang Ekonomi dan Pembangunan Drs Herry Saptono. Dalam sambutannya Saptono meminta, harus bijak dengan pluralitas karena bisa menjadi kekuatan utama. "Pluralitas dapat menjadi hal positif dalam pembangunan daerah," ungkapnya.

Saptono menambahkan, ulama merupakan tokoh penting dalam membangun toleransi. "Tentunya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas peran besar ulama dalam menciptakan kerukunan di Kota Manado," ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Musda MUI Yaser Bin Salim Bahmid, sangat bersyukur karena kegiatan ini boleh berjalan sesuai dengan yang direncanakan. "Tema Musda kali ini yaitu bagaimana meningkatkan pembinaan umat," tuturnya.

Bahmid juga menyampaikan, masalah yang dialami masyarakat dan umat pada umumnya semakin meningkat dan beragam. "Makanya menuntut dari peran Majelis Ulama untuk bisa membina umat dari segi mental, ahlak, pendidikan dan ilmu pengetahuan," ungkapnya.

Dia menambahkan, panitia sangat bersyukur karena dari semua kalangan boleh memberikan respon yang sangat baik. "Wali Kota Manado, Kementerian Agama, MUI Provinsi, dan masyarakat yang pada umumnya juga sangat mendukung kegiatan Musda pada hari ini, pungkasnya.(*/ite)

Kirim Komentar