10 Jan 2018 08:34

Waduhhh KPK Tangkap Eks Anak Buah GSVL

MyPassion
Benny Mailangkay

MANADO—Mantan anak buah Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL), JBM alias Benny Mailangkay, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (9/1) sore. Mantan Kepala Dinas Tata Kota Manado ini, diketahui adalah buronan yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Sulut.

“Saat ada pertemuan dengan tim KPK sekitar bulan Agustus. Tim Polda pernah menginfokan, bahwa ada satu tersangka tipikor yang masih DPO. Saat itu, data-data dari tersangka pun diberikan kepada KPK,” beber Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo, saat diwawancarai, Selasa (9/1), kemarin.

Sebelumnya menurut Tompo, tim dari Polda sudah melakukan pengecekan dan pencarian beberapa kali di Jakarta. Tapi, JBM tidak ditemukan. Kemudian, KPK akhirnya memonitor posisi tersangka di Jakarta, Kamis pekan lalu. Selanjutnya menghubungi Subdit Tipikor Polda Sulut.

“Nah, Senin tim dari Polda berangkat dan menangkap BM di Jakarta, di Bintaro. Penangkapan tadi sore (kemarin, red),” jelas Tompo, perwira pangkat tiga melati. Kapan tersangka dipulangkan ke Manado? “Malam ini (tadi malam) rencananya diterbangkan dari Jakarta ke Manado,” paparnya.

Sementara itu, disampaikan juru bicara KPK Febri Diansyah, penangkapan BM terkait pelaksanaan tugas supervisi. Sehingga KPK memberikan dukungan penangkapan tersangka perkara dugaan tipikor pengadaan, sarana dan prasarana penerangan jalan umum sistem solar cell pada Dinas Tata Kota Manado Tahun 2014.

“Yang disidik oleh Polda Sulawesi Utara atas nama tersangka JBM," ungkap Febri di kantornya, Gedung Merah Putih, Jakarta, kemarin. Kata Febri, JBM ditangkap di kediamannya di Bintaro, Tangerang Selatan. "Kegiatan penangkapan merupakan sinergi antara Polda Sulut, KPK, serta Polres Tangerang Selatan," tambahnya.

Usai ditangkap, tersangka tersebut bakal dibawa ke Sulawesi Utara. “Tadi (kemarin) setelah ditangkap, dibawa ke Polres Tangerang Selatan untuk pemeriksaan kesehatan,” jelas anak buah Agus Rahardjo itu.

Diketahui, JBM merupakan tersangka kasus korupsi proyek Solar Cell Kota Manado tahun anggaran 2014 yang ditangani Sub Dit Tindak Pidana Korupsi Polda Sulut. Ia sudah masuk DPO sejak September 2017. Dia disangka melanggar Pasal 2 Ayat 1 dan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP yang diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 3,1 M. (gnr/vip)

Kirim Komentar