10 Jan 2018 10:14
Periode Januari-November

Penyaluran Kredit UMKM Tembus 9,2 Triliun

MyPassion

MANADO—Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulutgomalut Elyanus Pongsoda membeberkan, penyaluran kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk bank umum periode Januari hingga Desember berada di angka 26,8 persen dari total jumlah kredit. “Artinya, penyaluran kredit di sektor UMKM sejak awal tahun sampai November 2017 mencapai Rp 9,2 triliun,” kata Pongsoda. Sementara untuk kredit non UMKMmasih memiliki shared lebih tinggi. “Untuk non UMKM sebesar 73,1 persen. Atau Rp 25,1 triliun,” bebernya.

Jumlah ini, lanjut Pongsoda adalah akumulasi dari total penyaluran kredit dari 31 bank umum di Sulut. “Secara total, untuk jumlah kredit yang dikucurkan hingga November mencapaiRp 34,3 triliun. Naik dari tahun 2016 yang hanya Rp 31 triliun,” bebernya.

Di sisi lain, terkait kategori kredit usaha, Kepala Perwakilan Bank Indonesai (BI) Sulut Soekowardojo mengaku sedang menggenjot untuk sektor UMKM. “Kita terus mendorong perbankan untuk menyalurkan kredit UMKM,” ujarnya. Bahkan, lanjut Soekowardojo, penyaluran kredit UMKM dipatok harus diatas 20 persen dari total.

Saat ini, lanjutnya, secara umum jika ditotal sudah di atas 20 persen penyaluran kredit di sektor UMKM. “Namun jika dilihat bank secara individu, masih ada perbankan yang menyalurkan kredit UMKM di bawah 20 persen. Inilah yang akan kita dorong,” sebutnya. Ia pun menargetkan, tahun ini, setiap bank wajib menyalurkan kredit UMKM di atas 20 persen. “Tahun ini kita targetkan, semua bank menyalurkan kredit di sektor UMKM di atas 20 persen,” pungkasnya.

Sementara, ekonom Sulut Dr Jantje Tinangon menilai, pemberian 20 persen shared pada UMKM harus berdasarkan kesiapan dari UMKM itu sendiri. Lagi-lagi  menurutnya, unsur kehati-hatian perlu diperhatikan oleh perbankan. Jangan sampai hal tersebut dapat mengakibatkan ketidakseimbangan. “UMKM akan sangat terbantu dengan adanya pemberian dana dari perbankan. Asalkan bunga yang diberikan oleh perbankan tersebut kecil,” ungkapnya.

Dirinya menurturkan, dalam mengembangkan usaha UMKM memang membutuhkan modal. Namun seharusnya pihak perbankan terus memperhatikan jenis usaha, yang akan dijalankan oleh debitur dan bagaimana prospeknya kedepan. “Hal itu perlu dilakukan, agar pemberian 20 persen shared dari perbankan tidak akan sia-sia dan mampu memberikan konstribusi besar untuk usaha UMKM itu sendiri,” pungkasnya.

Sementara, sejumlah pimpinan perbankan mengakui memang sedang fokus untuk kredit sektor UMKM. Dirut BSG Jeffry Dendeng berujar, pihaknya juga memang sedang memaksimalkan pembiayaan sektor UMKM. “Kita sudah menaikan presentase kredit produktif kita. Dari enam persen tahun 2016, sudah 12 persen tahun 2017. Nah, untuk kredit sektor UMKM sudah masuk di 12 persen ini,” terang Dendeng. Tak hanya itu, lanjutnya, BSG juga sedang menggalakkan Kredit Usaha Mikro Sejahtera (KUMS). “Untuk sektor UMKM, kita punya program KUMS yang terus kita tingaktkan setiap tahun,” pungkas Dendeng.

Terpisah, CEO BNI Kantor Wilayah XI Manado Eko Setiawan menjelaskan, pihaknya juga sedang menggenjot pembiayaan di sektor UMKM.  “Di sisi perbankan, penyaluran kredit memang menjadi salah satu prioritas. Kita terus menjaga kualitas kredit hingga akhir tahun 2017,” katanya.

Dia menjelaskan, kualitas kredit terus dijaga, walaupun pertumbuhan penyaluran kredit cukup kecil tapi bermutu. Apalagi, katanya, BNI memberikan porsi kredit lebih besar kepada sektor produktif ketimbang konsumtif, termasuk UMKM.  Perbankan, lanjutnya, tidak serta merta melakukan ekspansi kredit cukup tinggi, tapi tetap melihat situasi yang ada.  “Pertumbuhan kredit BNI Manado meskipun perlambatan namun tetap tumbuh. Namun sektor penyaluran kredit kita terus membaik,” kunci Setiawan. (ctr-02/fgn)

Kirim Komentar