10 Jan 2018 10:38

Peceraian Dimurkai Tuhan

MyPassion

MANADO--Kasus perceraian masih banyak terjadi di Sulut. Hal ini mendapat perhatian para tokoh agama (Toga). "Sebagai agamawan sangat jelas menolak perceraian itu sendiri, itu tidak dibenarkan dosa namanya," ungkap Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Pdt Dr Henny Sumakul.

Dia menambahkan, jika di GMIM sangat tegas menolak perceraian. "Hal itu terbukti dengan tidak dibolehkannya anggota jemaat yang berstatus cerai hidup menjadi pimpinan gereja," tegasnya.

Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur mengatakan, sebetulnya perceraian menurut agama Islam itu dihalalkan atau dibenarkan. "Tapi ingat baik-baik perceraian ini juga sangat-sangat dimurkai oleh Tuhan," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, dalam perkawinan tidak boleh asal-asalan, pertama harus saling nengenal akan satu sama yang lain. "Harus ada perkenalan yang cukup baik, kemudian baru melangsungkan pernikahan," ujarnya.

Dia menambahkan, orang yang sudah menikah adalah mereka yang sudah cukup umur, dewasa dalam berpikir, dan mengetahui akan  tugas mereka setelah menikah nanti. "Bukan dengan tibah-tibah kemudian sudah mau menikah," tuturnya.

Dia berharap, agar kedepan sudah tidak ada lagi perceraian. "Dalam berumah tangga pasti akan ada masalah, cuma bagaimana kita menghadapi masalah itu dengan tenang, dan kepala yang dingin pasti semua bisa diselesaikan," jelasnya.

Sementara Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Js Pon Riano Baggy mengungkapkan, sebaiknya perceraian itu dihindari karena tentu sangat dilarang. "Pernikahan itu melambangkan perpaduan, dan keharmonisan," tuturnya.

Baggy mengatakan, terjadinya perceraian munkin karena kedua belah pihak belum menemukan persamaan presepsi. "Jika ada komunikasi dan saling pengertian pasti masih bisa bersatu kembali," pungkasnya.(vanly/ite)

Kirim Komentar