10 Jan 2018 14:42

Lima ASN Tersandung Korupsi

MyPassion
Ilustrasi

SANGIHE—Ada lima Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintahan Kabupaten Sangihe, terancam sanksi pemecatan. Mereka diduga tersandung kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara.

 

Hal ini dibenarkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat (BKDD) Sangihe, Ratna Lombongadil melalui Kabid Binwas, Steven Lawendatu ketika dikonfirmasi harian ini, Selasa (9/1) kemarin. Dijelaskan, untuk proses lanjutan saat ini berkas ke empat ASN sudah diserahkan ke pimpinan Daerah.

“Jadi dari lima ASN, baru empat yang kami sudah naikan dan serahkan kepada Wakil Bupati untuk ditindak lanjuti, sedangkan untuk yang satu orangnya masih melengkapi dokumennya, karena yang bersangkutan penahanannya nanti pada bulan November,” beber Lawendatu.

Lanjutnya,  untuk kelima ASN ini akan dilakukan pemberhentian sementara sebagai ASN. “Artinya mereka diberhentikan sementara, nanti ketika ada putusan incrah atau putusan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap dari Pengadilan, maka prosesnya akan dilanjutkan hingga pada sangsi Pemecatan,” tegasnya.

Terpisah Kepala BKDD Sangihe, Ratna Lombongadil menyatakan, untuk pemberhentian sementara ini, kelima ASN tersebut menerima gaji sebagai hak mereka hanya 50 persen. “Kalau status mereka sudah diberhentikan sementara maka sesuai aturan gaji yang mereka terima tidak sepenuhnya, hanya 50 persen saja. Dan kalau sudah ada putusan tetap dari pengadilan maka secara otomatis hak mereka sebagai ASN di hapus tidak menerima apa- apa lagi,” pungkas Lombongadil.

Diketahui lima ASN yang tersandung kasus dugaan korupsi masing- masing tiga orang di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terkait pengadaan rumpon Tahun 2015 dan dua ASN di Sekertariat Dewan terkait kasus alat sound sistem yang kerugian masing-masing SKPD tersebut mencapai ratusan juta rupiah.(tr-08/gnr)

Kirim Komentar