10 Jan 2018 10:15

2018, 118 SMA/SMK Tak Laksanakan UNBK

MyPassion

MANADO—Tak lama lagi Ujian Nasional (UN) 2018 akan dilaksanakan. Bahkan sesuai jadwal awal April nanti. Menariknya, di Sulawesi Utara (Sulut) baru 327 SMA/SMK yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Dan masih ada 118 yang melaksanakan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP).

 

Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut, AG Kawatu SE MSi mengatakan, UN akan dilaksanakan secara bersamaan. Pelaksanaannya ada yang UNBK dan UNKP. “Masih ada cukup banyak yang menggunakan UNKP karena terhalang dengan jaringan. Seperti di daerah-daerah kepulauan,” kata Kawatu Selasa (9/1) kemarin.

Ia berharap, semua sekolah SMA/SMK bisa menggunakan UNBK. Tapi, nayatanya belum 100 persen menggunakan UNBK. Untuk jumlah tingkat pendidikan yang mengikuti UNBK dan UNKP (lihat grafis, red). “Untuk tingkat pendidikan SMA negeri yang melaksanakan UNBK 89 sekolah sedangkan, SMA swasta sebanyak 97 sekolah. Untuk UNKP tingkat pendidikan SMA negeri ada 25 sekolah dan SMA swasta sebanyak 55 sekolah,” jelasnya.

Di tingkat pendidikan SMK negeri pelaksanaan UNBK ada 73 sekolah dan SMK swasta 68 sekolah. Sedangkan UNKP di SMK negeri ada 11 sekolah dan SMK swasta sekitar 27 sekolah.

Ditegaskannya pelaksanaan UN 2018 ini, belum ada petunjuk jika pertanyaannya esai atau pilihan ganda. “Kita lihat saja nanti. Karena kami juga masih menunggu kejelasannya seperti apa,” ungkapnya.

Setiap tahun diungkapkannya, ada perubahan dan terjadi peningkatakan sekolah-sekolah yang menggunakan UNBK. “Sejak tahun 2015 hingga 2018, dari rekapan sementara ada sekitar 327 sekolah yang akan menggunakan UNBK. Setiap tahun ada peningkatan (lihat grafis, red),” ungkap Kawatu.

Terpisah, Pengelola US dan UN, Sonny N Lubis mengatakan 15 Januari, semua sekolah sudah harus mulai meng-upload data siswa di web Bio UN. “Karena batas tanggal sudah terterah harus segera di-upload data siswa. Untuk data tingkat pendidikan SMP masih sementara diolah. Karena masih ada data yang belum masuk seperti Kepulauan Talaud,” kata Lubis.

Lanjutnya, ketika UN berlangsung dipastikan setiap sekolah harus menyediakan cadangan server. “Jika tidak disediakan tentu akan menghambat jalannya ujian. Jadi diwajibkan harus ada cadangan server, jangan sampai terjadi kerusakan saat ujian berlangsung,” tukasnya.

Sementara itu, sejumlah guru saat melihat sekolah mereka sudah masuk UNBK atau UNKP. “Kami hanya datang mengecek kembali posisi sekolah kami apakah masuk di UNBK atau UNKP. Dan ternyata masuk di UNKP tidak apalah karena kami juga belum terlalu siap untuk UNBK,” terang salah satu guru yang enggan namanya dikorankan. (ela/ria)

Kirim Komentar