09 Jan 2018 09:55
Pengamat: Warga Sulut Masih Konsumtif

Perusahaan Pembiayaan Menjamur

MyPassion

MANADO—Perusahaan pembiayaan kian menjamur. Bahkan, proses kini dipercepat dan tak muluk-muluk. Ekonom Sulut  Dr Victor Lengkong mengungkapkan, banyaknya perusahaan pembiayaan ini tak berbeda dengan kondisi yang terjadi dahulu. Yaitu menjamurnya sistem ijon serta koperasi simpan pinjam, arisan dan lain sebagainya. “Sepertinya hanya berbeda dari aspek kelembagaan formal dan legalitasnya,” ungkapnya.

Tingginya jumlah perusahaan pembiayaan yang ada menurutnya adalah karena peluang bisnis dan potensi bisnis cukup besar di Sulut. “Meningkatnya penghasilan kelompok menengah mendorong untuk permintaan kendaraan bermotor bahkan elektronik dan produk-produk lainnya. Sehingga meningkat pula permintaan kredit atau pendanaan dari lembaga pembiayaan,” ujarnya.

Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Manado itu juga mengungkapkan, menjamurnya perusahaan pembiayaan harus ada regulasi yang diawasi OJK. “Tidak juga mudah untuk mendirikan sebuah perusahaan pembiayaan, tentunya dengan pertimbangan utama terbukanya peluang bisnis dengan berbagai indikator makro ekonomi dari suatu daerah,” tegasnya.

Terkait masyarakat Sulut yang masih konsumtif, Lengkong tak menampik. “Yang jelas masyarakat kita masih berprilaku konsumtif. Hal ini merupakan pendorong utama tingginya minat kredit,” katanya. “Kondisi tahun 90-an tidak seperti sekarang. Bahwa kredit identik dengan kredit PNS saja,” ucapnya. “Sebaliknya indikator utama perusahaan pemberi kredit menilai kelayakan calon krediturnya adalah pekerjaan, gaji, jaminan, track record dan referensi. Disertai juga dengan sistem BI checking yang ada,” kuncinya. (ctr-01/fgn)

Kirim Komentar