09 Jan 2018 09:57
NPL Bank Umum Sentuh 5,7 Persen

Perbankan Harus Lebih Hati-hati Kucurkan Kredit

MyPassion

MANADO—Angka kredit macet untuk bank umum tercatat masih tinggi. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Sulutgomalut mencatat, untuk presentasi Non Performing Loan (NPL) perbankan umum per November 2017 menyentuh angka 5,7 persen (lihat grafis, red). Pengamat Ekonomi Sulut Dr Ventje Ilat SE MSi menilai, tingginya NPL jika terus dibiarkan akan memberikan dampak yang buruk terhadap perekonomian. “Hal ini disebabkan karena kurangnya perhatian dan kehati-hatian jasa perbankan dalam memberikan kredit pada nasabah atau debitur,” kata Ilat.

Dia mengatakan, tak semua debitur mempunyai komitmen yang baik untuk membayar kredit. Olehnya, pengawasan dari pihak perbankan sangat diperlukan. “Namun, tingginya NPL tak seharusnya membuat perbankan mengurangi pemberian kredit,” uajarnya.

Yang perlu dilakukan, menurutnya adalah mengutamakan unsur kehati-hatian dan seleksi yang ketat dalam memberikan pinjaman ataupun modal pada debitur. “Kapasitas dan karakter debitur harus diperhatikan. Perbankan seharusnya tidak sembarangan mengeluarkan kredit. Harus dilihat apakah debitur tersebut memiliki usaha yang bisa survive dan pendapatan yang lain untuk melunasi kredit tersebut,” katanya.

Ketua Jurusan Akuntasi Fakultas Ekonomi Unsrat ini mengimbau pada semua perbankan, untuk bisa melakukan pembinaan terhadap para debitur. Mengenai aspek keuangan dan mekanisme pelunasannya secara benar. “Pihak perbankan harus berani turun langsung, dan rutin melakukan komunikasi dengan para debitur, agar semua persoalan yang akan menimbulkan tingginya NPL dapat diatasi,” pungkasnya.

Sementara, sejumlah pimpinan bank pun menegaskan akan menjaga NPL agar tetap di bawah batas Bank Indonesia (BI).  “Kami menjaga kualitas kredit, agar non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah bisa ditekan,” ucap CEO BNI Wilayah XI Manado Eko Setiawan.

Menurutnya, NPL di BNI Wilayah Manado saat ini masih berada di bawah batas Bank Indonesia (BI). Olehnya, kualitas kredit terus dijaga, walaupun pertumbuhan penyaluran kredit cukup kecil tapi bermutu. Terlebih BNI memberikan porsi kredit lebih besar kepada sektor produktif ketimbang konsumtif.

Hal ini dilakukan agar memiliki dampak yang besar di masyarakat. “Untuk saat ini kredit BNI Manado sampai dengan Oktober 2017 tumbuh sekitar tujuh persen, meskipun terjadi perlambatan namun tetap tumbuh, meskipun terjadi perlambatan ekonomi namun tetap tumbuh,” kunci Setiawan. (ctr-02/fgn)

Kirim Komentar