09 Jan 2018 14:55
Korban Sempat Mengunci Pintu Rumah

Masalah Rumah Tangga Picu Gantung Diri

MyPassion
Ilustrasi

SANGIHE—Masyarakat Kepulauan Sangihe kembali dihebohkan dengan peristiwa gantung diri. Kali ini lokasinya di Kecamatan Kendahe. Korbannya Herson Pedorongan (45), warga Kampung Kendahe I.

 

Berdasarkan keterangan saksi yang juga istri korban, Mariana Janis (50), saat itu korban yang sudah mengkonsumsi minuman keras (miras), bertengkar dengan dirinya. “Jumat pekan lalu, sudah tiga kali terjadi pertengkaran. Kira-Kira pukul 18.00, kami hendak pergi beribadah, namun karena ibadah sudah dimulai kami kembali ke rumah,” terang Mariana kepada kepolisian.

Tiba di rumah, kembali terjadi pertengkaran diantara mereka. Saat itulah istri korban keluar rumah dan duduk di halaman rumah. Kemudian korban langsung mengunci semua pintu rumah dari dalam. Semua pintu dipasang paku. Lalu semua lampu dipadamkan. “Saat itu saya sempat berkata untuk membukakan pintu, jika tidak akan melapor ke kepolisian. Namun dia tidak menghiraukan dan berkata tidak usah lapor polisi, saya sudah mau mati,” ungkapnya.

Mendengar pernyataan suaminya, saksi berjalan memutar dari arah pintu samping, kemudian mendobrak pintu utama dan menyalakan lampu. Saat itu masuk ke ruang tamu, ia melihat suaminya sudah berdiri di atas kursi plastik yang disusun untuk dijadikan pijakan kaki. “Pada bagian lehernya sudah dikalungkan tali yang ujungnya diikatkan pada balok rumah,” tutur Mariana.

Melihat hal tersebut, dirinya langsung berlari keluar rumah sambil berteriak meminta tolong. Kemudian, datang saksi lainnya yang juga salah satu anggota Koramil 06/Kendahe Serma Hening Karoho bersama dengan saksi Agustinus Sasiang dan perempuan yang juga sebagai perawat Nely Wohang. “Mereka langsung masuk ke dalam rumah. Kemudian Serma Hening Karoho langsung memotong tali yang terikat di leher korban, lalu korban diturunkan. Saat itu perawat Nely Wohang memeriksa denyut nadi korban dan menerangkan bahwa masih ada denyut nadi,” jelas isteri korban.

Kemudian Agustinus Sasiang langsung melakukan upaya pertolongan dengan membuat nafas buatan melalui mulut korban dan memompa bagian dada korban. Namun, nyawa korban sudah tidak bisa diselamatkan. Selanjutnya korban dilarikan ke Puskesmas Kendahe. “Namun Puskesmas Kendahe sudah menyatakan suami saya sudah meninggal dunia," tuturnya lagi.

Kapolres Sangihe, melalui Paur Humas Ipda Nuryani Kampungbae mengatakan sudah menjelaskan akan dilakukan otopsi mayat guna mengetahui penyebab kematian korban. Namun, keluarga sepakat untuk tidak melakukannya. “Hasil koordinasi dengan pihak medis yang melakukan pemeriksaan terhadap korban menerangkan telah ditemukan tanda-tanda korban gantung diri. Karena leher korban ditemukan luka bekas lilitan tali, dari kemaluan korban keluar cairan sperma. Lalu lidah korban terjulur keluar,” tutupnya.(tr-08/gnr)

Kirim Komentar