09 Jan 2018 14:30
Tegakkan Perda 18/2012

Awas!!Jualan di Trotoar Denda 50 Juta

MyPassion
TERTIBKAN: Hampir semua trotoar di pusat kota beralih fungsi menjadi tempat jualan pedagang kaki lima (PKL). Seharusnya trotoar tempat bagi pejalan kaki. Selain itu, aktivitas pedagang mengganggu lalu lintas. Foto: Reza Mangantar/ MP

MANADO—Pedagang harus berhati-hati berjualan di trotoar. Sebab pemerintah akan memberikan denda Rp 50 juta bagi pedagang yang berjualan. Hal ini dibenarkan Kepala Bagian Hukum Yanti Putri SH MH, Senin (8/1) kemarin.

 

Menurut Putri, mulai 2018 pemerintah akan menegakkan Perda 18/2012 tentang keamanan dan ketertiban. Dalam Perda tersebut mengatur penertiban pedagang yang berjualan di trotoar beserta sanksinya. “Jadi kalau pedagang kedapatan berjualan di trotoar, maupun toko yang memakai sebagian trotoar untuk jualan, didenda Rp 50 juta dan hukuman kurungan badan selama tujuh hari,” sebutnya.

Dia mengatakan, Perda sudah lama disahkan, tetapi para camat belum menjalankannya. Karena itu, mulai Januari ini, tim dari Bagian Hukum, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, dan Satpol PP akan turun melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada para pedagang. ”Operasi ini akan dilakukan di seluruh kecamatan. Tapi kita mulai dari Kecamatan Wenang, pusat Kota Manado. Bagi warga yang kedapatan berdagang langsung disidang di tempat,” ungkapnya.

Dia menjelaskan dalam sidang nanti, semua tergantung hakim memberikan denda kepada warga sesuai pelanggaran. Yang pasti batas denda Rp 50 juta. ”Kami pernah turun OTT pada November 2017 dan menjaring puluhan warga melakukan pelanggaran keamanan dan ketertiban, termasuk berjualan di trotoar,” jelasnya. “Karena fungsi trotoar untuk pejalan kaki bukan tempat berjualan,” tambahnya.

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Manado Hengky Kawalo sangat mendukung langkah pemerintah menegakkan Perda 18/2012. ”Sudah seharusnya pemerintah tegas kepada masyarakat yang melanggar aturan dan mengembalikan fungsi trotoar,” ujarnya.

Apalagi tambahnya, turis yang datang ke Manado semakin banyak. Jangan sampai turis salah kaprah kalau trotoar tempat penjualan. ”Jadi pemerintah harus menjaga estetika Kota Manado dan mengembalikan fungsi trotoar,” tandasnya. (ite/gel) 

Kirim Komentar