08 Jan 2018 12:02
OJK Warning Perusahaan Finance

Proses Eksekusi Fidusia Harus Sesuai Prosedur

MyPassion
Elyanus Pongsoda

MANADO—Perusahaan pembiayaan atau finance di-warning Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Khususnya terkait eksekusi barang jaminan fidusia. Kepala OJK Wilayah Sulutgomalut Elyanus Pongsoda saat meneruskan imbauan Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan, debitur harus membaca dan memahami surat perjanjian kontrak pembiayaan.

Dan setelah menandatangani perjanjian kontrak, harus memenuhi kewajiban pembayaran angsuran secara tepat waktu sesuai besaran dan tanggal yang telah disepakati dengan perusahaan pembiayaan. “Kemudian jika terjadi, eksekusi benda jaminan fidusia oleh perusahaan pembiayaan, debitur perlu memastikan bahwa proses eksekusi telah sesuai dengan prosedur yang diatur dalam perjanjian pembiayaan. Termasuk mengenai tahapan pemberian surat peringatan kepada debitur/konsumen,” jelasnya.

Pongsoda menambahkan, petugas yang melakukan eksekusi merupakan pegawai perusahaan pembiayaan atau pegawai alih daya perusahaan pembiayaan yang memiliki surat tugas untuk melakukan eksekusi. “Petugas yang melakukan eksekusi membawa sertifikat jaminan.  Proses penjualan barang hasil eksekusi harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan mengenai jaminan fidusia,” katanya.

Pongsoda mengimbau agar debitur memahami isi kontrak. “Hal ini penting agar debitur mendapatkan informasi yang jelas mengenai klausul kesepakatan dalam perjanjian pembiayaan, jangan sampai ada konflik atau kesalahpahaman yang bisa merugikan masyarakat di kemudian hari,” kata Pongsoda mengutip imbauan Prabowo.

Ditambahkannya, OJK telah mengeluarkan peraturan terkait dengan eksekusi benda jaminan oleh perusahaan pembiayaan. “Harus berdasarkan ketentuan  Pasal 21 sampai . Pasal 23 dan Pasal 51 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29/POJK.05/2014 tentang penyelenggaraan usaha perusahaan pembiayaan,”  pungkasnya. (ctr-01/fgn)

Kirim Komentar