08 Jan 2018 14:21

Hampir Sebulan Hilang, Nelayan Sangihe Ditemukan di Papua

MyPassion
SUDAH DITEMUKAN: Kondisi para nelayan Sangihe yang menghilang sejak 8 Desember 2017 lalu. Kini mereka sudah dipulangkan dari Papua.

SANGIHE—Lima warga Kecamatan Nusa Tabukan (Nustab) yang dikabarkan hilang di sekitar Pulau Kawaluso 8 Desember 2017, telah ditemukan Sabtu (6/1), di Pulau Padaidori, Kabupaten Kepulauan Biak, Papua.

Hal ini dibenarkan Komandan Lanal Tahuna Setyo Widodo. Dikatakan, Lanal Tahuna menerima laporan dari jaring agen. Di mana pamboat KM Hasrat diawaki 5 warga Nustab hanyut dibawa ombak dan terapung di atas pamboat selama kurang lebih satu bulan dan terbawa arus sampai ke Pulau Padaidori.

“Lanal Tahuna melaksanakan koordinasi dengan Lanal Biak dan Guskamlatim di Biak untuk dapat melaksanakan SAR terhadap 5 orang yang merupakan korban dan masyarakat asal Kabupaten Sangihe,” katanya.

Danlanal memaparkan kronologis kejadian sampai penemuan kelima korban. Di mana pamboat berangkat dari Gensan Filipina menuju Pulau Tinakareng 8 Desember 2017. Pada 10 Desember 2018, Lasdi Hamka (nakhoda kapal) menyampaikan kepada keluarga yang ada di Tinakareng, bahwa pamboat rusak mesin dan berada di dekat Pulau Kawaluso. Setelah dihubungi keluarga, nomor nakhoda sudah tidak bisa di hubungi lagi dan dinyatakan lost kontak. “Sejak itu Tim SAR Tahuna dibantu Lanal Tahuna, Polairud, BPBD dan PSDKP sudah melaksanakan pencairan kurang lebih 2 minggu dengan hasil Nihil," ungkap Danlanal.

Kemudian, 6 Januari 2018 dilaporkan nomor HP Lasdi kembali aktif. Sehingga dilanjutkan kontak via telpon dan mencari posisi keberadaan pamboat. Setelah melaksanakan kontak via telpon dengan nakhoda pamboat, didapat posisi 1'08.115'S 136^42.709'E. Dilakukan ploting, pamboat mereka berada dekat dengan daratan Pulau Padaidori. “Sehingga Lanal Tahuna melaksanakan koordinasi dengan Lanal Biak dan Guskamlatim untuk dapat melaksanakan SAR kelima korban," terang Widodo. 

Setelah mendapatkan titik koordinat Satuan Intel Lanal Tahuna mengirimkan koordinat dan nomor ponsel nakhoda kepada satuan ops Lanal Biak. Kemudian Tim SAR gabungan langsung bertolak menuju titik koordinat bagian Selatan Padaidori. Kemudian melihat posisi dari KM Hasrat dalam kondisi rusak berat terdampar di pesisir Pantai Padaidori. "Tiba di pesisir pantai tim disambut masyarakat dan langsung dipertemukan para korban yang dalam kondisi sehat. Tim pun langsung mengambil barang-barang korban yang masih tertinggal di kapal dengan menggunakan skoci," papar Danlanal.

Ditambahnya saat ini para korban sementara di tampung di Kantor SAR Biak guna melaksanakan penanganan lebih lanjut. "Sementara itu mengingat kondisi dari pamboat KM Hasrat mengalami rusak berat maka diputuskan untuk tidak dibawa dan tetap berada di Pulau Padaidori,” kata Danlanal. 

Sementara itu Nahkoda KM Hasrat Lasdi Hamka menyampaikan mesin pamboat miliknya tidak bisa digunakan sehingga harus menggunakan layar. “Saat sebelum terdampar di Pulau Padaidori kami memakai tenaga angin yang berhembus ke selatan dari posisi pamboat,” terang Lasdi. Adapun nama kelima korban KM Hasrat diantaranya Lasdi Hamka (Nahkoda), Muliadi Manderes, Burhanudin tompoh, Feri Tampilang, Andika Hamka.(tr-08/gnr)

Kirim Komentar