08 Jan 2018 10:49

APBD 2018 Fokus Infrastruktur dan Pariwisata

MyPassion

MANADO—APBD tahun 2018 sudah mulai running. Sejumlah daerah mulai memetakan di sektor mana akan menggunakan anggaran negara ini. Sejumlah sektor pun dijadikan prioritas. Misalnya untuk sektor pariwisata. Selain Pemerintah Provinsi, sejumlah daerah memprioritaskan pembangunan sektor pariwisata untuk APBD tahun 2018.

Pengamat Pariwisata Prof Bet El Lagarense menyebutkan, yang paling perlu dibenahi pemerintah melalui APBD yaitu di sektor pariwisata. Khususnya, infrastruktur penunjang. “Walaupun spot pariwisata sudah bagus, namun jalan rusak, tidak berguna. Karena itu, pemerintah harus fokus juga membangun infrastruktur pariwisata seperti akses,” ujar Lagarense.

Akademisi Politeknik Negeri Manado ini menyarankan, agar pemerintah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan sarana infrastruktur penunjang. “Selain jalan, toilet umum juga harus dibenahi. Agar turis baik lokal maupun luar negeri bisa betah,” tegas guru besar di bidang pariwisata ini.

Senada, Praktisi Pariwisata Anton menyebutkan, infrastruktur berupa jalan adalah yang paling penting dibenahi. Khususnya, akses jalan menuju objek wisata pantai. “Karena, sesuai pengalaman kita yang bergerak di sektor pariwisata, turis yang datang ke Sulut 80 persen tujuannya pantai,” kata Anton. “Apalagi turis Tiongkok yang sedang booming saat ini. Mereka paling banyak cari pantai,” sambung owner Mapanget Tour and Travel .

Program prioritas penggunaan APBD tahun ini di sektor pariwisata sendiri diinisiasi Pemprov Sulut. Dimana, Gubernur selalu menekankan tentang pengembangan pariwisata. Dalam APBD Pemprov 2018 sebesar Rp 4,1 triliun, sebesar Rp 10,5 miliar yang dialokasikan untuk pengembangan sektor pariwisata. Sekprov Sulut Edwin Silangen mengatakan, anggaran pariwisata Sulut akan ditunjang dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan juga anggaran dari pemerintah pusat.

“Pariwisata tetap jadi prioritas Pemprov di 2018. Di antaranya pengembangan Kawasan Pariwisata di Likupang (Likupang Tourism District) untuk menjadi KEK Pariwisata seluas 2.000 hektar,” papar Silangen, yang juga ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Silangen pun menuturkan, fasilitas penunjang pariwisata di antaranya akses jalan sudah dialokasikan dalam APBD 2018. “Ada beberapa lokasi yang jalannya butuh dibenahi. Sudah diatur dalam penganggaran,” tandasnya

Sementara, pengembangan sektor pariwisata juga diupayakan pemerintah daerah di beberapa kabupaten/kota. Di Kabupaten Minahasa contohnya. APBD tahun 2018 yang sudah ditetapkan sebesar Rp 1,2 triliun lebih diprioritaskan di sektor pembangunan dan pariwisata. “Anggaran kita naik 11 persen dari tahun sebelumnya, prioritas penggunaan anggaran, masih bergerak di sektor infrastruktur dan pariwisata,” beber Kepala Bapelitbangda Kabupaten Minahasa Donald Wagey

APBD ini, dia melanjutkan, nantinya bakal dimanfaatkan untuk sejumlah proyek percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Termasuk infrastruktur dan pariwisata.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa juga bakal menerima sumber dana dari pusat. Seperti Dana Alokasi Umum sebesar Rp 656 miliar, Dana Alokasi Khusus sebanyak Rp 232 miliar, Dana Perimbangan serta Dana Bagi Hasil Pajak sejumlah Rp 26 miliar.  “Tentunya, alokasi dana  pelaksanaan pembangunan di tahun depan, bakal sedikit berkurang dikarenakan adanya pelaksanaan Pilkada. Anggaran yang dipakai sebesar Rp 80 miliar, cukup signifikan berpengaruh pada jalannya program lintas SKPD di tahun depan," tukas mantan Kepala Dinas ESDM ini.

12
Kirim Komentar