08 Jan 2018 14:12

2017, 21 Nyawa Melayang di Bitung

MyPassion

BITUNG -- Angka kecelakaan di Kota Cakalang tergolong tinggi. Tahun 2017 lalu, sesuai data Satlantas Polres Bitung, terjadi 165 kasus kecelakaan lalulintas (lakalantas). Parahnya, akibat lakalantas tersebut, sebanyak 21 nyawa melayang.

Kasat Lantas Polesta Bitung AKP Andri Permana SIK mengatakan, kecelakaan tersebut didominasi usia kendaraan roda dua dengan pengendara usia produktif. “Kebanyakan roda dua, dan didominasi usia produktif. Dari umur 20 sampai 35 tahun. Kecelakaan kebanyakan disebabkan karena masalah klasik, tidak aman saat berkendara. Contohnya, tidak menggunakan helm. Karena penyebab awal kecelakaan, pasti terjadi pelanggaran sebelumnya,” tegasnya, menambahkan untuk kendaraan roda empat sampai seterusnya, hanya imbas dari kelalaian kendaraan roda dua. Ada juga beberapa faktor lainnya.

Lanjut Permana, ini harus jadi perhatian bersama. “Salah satunya adalah berkendara dibawah pengaruh minuman keras (miras). Serta kondisi jalan turut andil dalam banyaknya kecelakaan tahun lalu. Kalau melihat kondisi jalan di Bitung, terutama malam hari, penerangan masih sangat kurang. Apalagi di jalan trans Sulawesi yang membelah kota Bitung, kondisi jalan masih banyak yang bergelombang dan berlubang. Ini harus diseriusi pemerintah kedepan,” ungkapnya.

Dia juga menyorot banyaknya anak dibawah umur, yang sudah menggunakan kendaraan sepeda motor. “Banyak sekali anak dibawah 17 tahun yang lalu lalang dengan sepeda motor di jalanan. Apapun alasannya, tidak diperkenankan akan dibawah umur menggunakan sepeda motor. Dan ini harus jadi perhatian serius orang tua. Sebab kondisi mereka masih labil, dan masih suka kebu-kebutan," tukasnya.

Ditambahkan Perdana, pihaknya tetap melakukan sosialisasi. Namun ketika tidak didukung peran orang tua, maka akan sangat sulit mengantisipasi dan meminimalisir angka kecelakaan. "Kesadaran mengemudi yang harus diutamakan sehingga tidak berakibat fatal,” tukasnya.(***)

Kirim Komentar