08 Jan 2018 14:41

2017, 15 Orang Meninggal Akibat Lakalantas di Minahasa

MyPassion

MINAHASA—Sebanyak 15 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tahun 2017. Bahkan, sepanjang tahun lalu sebanyak 4.975 surat tilang diterbitkan.  Angka pelanggaran lalu lintas dan korban jiwa ini nyatanya masih di taraf yang memprihatinkan.

Walaupun angka ini masih lebih kecil dari tahun 2016, namun tingkat kesadaran masyarakat perlu terus ditingkatkan. “Ini kesadaran masyarakat, bukan berarti tanggung jawab kita sebagai aparat penegak hukum. Masyarakat diajarkan untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas,” kritik Kapolres Minahasa AKBP Christ Pusung SIK.

Dia melanjutkan, pihaknya sudah sangat maksimal dalam mengupayakan tindakan preventif. Baik berupa pendekatan persuasif lebih khususnya bagi pengendara usia dibawah 30 tahun. “Police Goes to School, edukasi ke universitas bahkan sudah ada komunitas safety riding bentukan Satlantas membuktikan Polres Minahasa sudah maksimal dalam menekan angka Lakalantas,” pungkas perwira dua melati ini.

Di sisi lain, Kasatlantas AKP Ruddy Repi menambahkan, masih kurangnya disiplin masyarakat di Minahasa membuat tingginya penerbitan surat tilang. “Tak jarang kami harus menilang bahkan menyita kendaraan bermotor, dikarenakan tak memiliki surat kelengkapan seperti SIM dan STNK. Ataupun tidak memakai helm sebagai pengaman kepala,” katanya.

Mantan PJR Polda Sulut ini mengakui, masyarakat banyak yang menganggap ini kan masih di kampung, bukan kota besar seperti Manado. “Pakai helm dan menyiapkan surat-surat jadi opsi kedua,” sesalnya.

Dirinya pun bertekad, di tahun baru ini pihaknya terus berkomitmen untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas, terlebih jatuhnya korban sia-sia di jalan raya. “Kita targetkan turun sekitar 20 persen. Memang ini perlu kerjasama semua pihak. Dari sisi personel kita di lapangan juga sangat terbatas,” ujarnya. Jadi, dia melanjutkan, guru-guru, ASN serta orang tua harus menjadi teladan berlalu lintas bagi generasi muda. “Jangan sampai masih jatuh korban lagi di jalan karena kelalaian sendiri,” pungkasnya.

Terpisah, tokoh pemuda Tondano Marchel Wolayan mengapresiasi kinerja kepolisian untuk menekan angka Lakalantas. “Perlu diapresiasi. Namun harus benar-benar konsisten,” katanya. “Jangan sampai semangat menurunkan angka kematian karena Lakalantas ini hilang. Harus terus menerus agar pengguna jalan semakin sadar dan angka kematian akibat kecelakaan bisa menurun,” tandas Wolayan. (cw-01/fgn)

Kirim Komentar