06 Jan 2018 13:08

Sulut Butuh 1.052 Tenaga Guru

MyPassion

MANADO—Sebanyak 1.052 tenaga guru masih dibutuhkan untuk mendidik siswa-siswi SMA/SMK se-Sulawesi Utara (Sulut). Dari data yang diperoleh wartawan Manado Post, jumlah pensiun sejak 2017 sebanyak 106 Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga memasuki 2018 bertambah sekira 162 ASN. Bahkan ditahun 2018 ini, tercatat kekurangan guru ASN selain guru pensiun sebanyak 784. Hingga total kebutuhan guru ASN 2018 ini se-Sulut sekira 1.052.

 

Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut Gammy Kawatu melalui Kepala Bidang Guru Tenaga Kependidikan (GTK) CH Sumampouw SH Med, untuk penambahan guru tahun lalu tidak ada. Namun, 2018 ini dipastikan ada tapi tidak tahu kepastiannya kapan. "Untuk penambahan tenaga guru tidak ada. Tapi kami sudah memberikan usulan untuk kebutuhan guru di tahun 2018 ini sebanyak 1.052. Karena ada yang akan pensiun hingga akhir 2018 ini yakni sebanyak 268 ASN,” ujar Sumampouw.

Dikatakannya, terkait kekurangan guru ASN yang tercatat sebanyak 784 orang kebanyakan di daerah terpencil. “Sebenarnya ini bukan masalah kekurangan gurunya. Namun, penyebarannya yang masih cenderung bertumpuk di kota. Sementara di daerah terpencil atau kepulauan masih sangat membutuhkan guru,” katanya.

Lanjutnya, untuk solusi yang dilakukan mengenai kekurangan guru yakni adanya Tenaga Harian Lepas (THL) guru. “Solusinya adanya THL di setiap kabupaten/kota. Karena sangat membantu setiap sekolah yang kekurangan guru,” ujarnya.

Dijelaskannya, untuk meningkatkan kualitas guru harus dilakukan pelatihan dan wajib mengikuti perkembangan teknologi. “Kami ada program nasional yakni pengembangan keprofesian berkelanjutan. Jadi setiap guru harus benar-benar berprofesi. Sehingga ditetapkannya sebagai tunjangan berprofesi atau TSG. Dan guru-guru harus profesional melalui program tersebut,” bebernya.

Misalnya, ketika lulus LPTK kemudian diterima menjadi guru. Otomatis pengalaman di perguruan tinggi dengan kondisi di lapangan jauh berbeda. “Makanya mereka harus diikutsertakan untuk menambah kemampuan pengetahuan mengajar dan administrasi maka diberikan pelatihan. Kemudian jika ingin menjadi kepala sekolah harus mengikuti kemampuan kepemimpinan. Intinya harus mengikuti pelatihan secara bertahap jika ingin meningkatkan kualitas guru,” paparnya.

Senada, Kepala Seksi PTK SMA Jeanette MA Paulus SPd MAP mengungkapkan belum ada penambahan tapi hanya ada usulan kebutuhan guru. “Tahun 2018 ini kami sudah membuat rekapitulasi kebutuhan guru ASN SMA/SMK. Dan itu sebagai usulan kebutuhan guru,” tuturnya. (ela/ria)

Kirim Komentar