06 Jan 2018 09:14
Jajan di Foodtruck Sambil Nikmati Sunset

Modal Kecil, Omset Jutaan per Hari

MyPassion
TEMPAT NONGKRONG: Foodtruck di Kawasan Megamas menjadi lokasi kekinian untuk tempat nongkrong sambil menikmati kuliner street food saat sore hingga malam hari. Foto: Reza Mangantar/MP

PUKUL 17.00 Wita, kompleks depan McDonald’s Mega Mas mulai ramai. Sejumlah mobil yag sudah dimodifikasi menjadi dapur mini berjejer. Ratusan penikmat street-food pun mulai nongkrong santai sambil nikmati sunset.

 

Laporan: Ayurahmi Rais

KOMPLEKS emperan di depan restoran cepat saji McDonald’s dan KFC di Kawasan Megamas mulai ramai di kala senja. Emperan yang terbentang sekira 100  meter ini mulai dipadati anak muda atau bahkan orang dewasa yang ingin bersantai. Menariknya, di lokasi ini, terdapat beberapa mobil yang dimodifikasi tampilannya sehingga menjadi dapur mini. Mobil ini dinamai Foodtruck.

Foodtruck pun menjadi tempat makan favorit anak muda kekinian. Selain menawarkan suasana terbuka dan pemandangan sunset, nongkorng di foodtruck tak akan mnguras kantong. Setiap hari, ratusan orang memadati sepanjang jalan Kawasan Megamas Manado. Para pengunjung pun bukan hanya berasal dari Manado, tapi juga dari luar kota. Mereka senagaja datang ke tempat tersebut untuk menikmati kuliner yang dihidangkan dan dimasak di atas mobil terbuka.

Yan Moniung misalnya. Dirinya yang saat itu sedang menyeduh segelas Saraba (minuman jahe susu), mengaku senang mengabiskan waktu santainya di tempat tersebut. “Setiap sore saya selalu kesini. Tempatnya terbuka, jadi kalau makan dan minum tidak keringatan,” katanya. Dirinya pun memuji kuliner yang ditawarkan di tempat tersebut. “Milu siram, sama Saraba disini enak. Hampir semua Foodtruck itu saya sudah coba, dan semuanya enak dan murah,” tambahnya.

Sementara, dari sisi pengusaha foodtruck, bisnis ini memang cukup menguntungkan. Salah satu pemilik usaha Cutes Kitchen, Jenitan mengatakan, sudah hampir 7 bulan usaha tersebut dijalaninya. Keuntungannya pun lumayan banyak. “Pendapatan per hari bisa mencapai 4 juta. Bahkan akhir tahun kemarin bisa Rp 5 juta per hari,” bebernya.

Jenitan menambahkan, setiap hari pembeli yang datang berkisar 100 sampai 150 orang. Meskipun jam bukanya dari Pukul 16.00 hingga 02.00 Wita, namun dari siang hari, para pembeli sudah setia menunggu. Menu yang dia tawarkan pun sangat banyak. “Milu siram, nasi goreng, stick goroho, saraba, nutrisari dingin, kopi susu, dan roti bakar, dan masih banyak lagi,” sebutnya. “Bahan makanan aman. Proses masaknya pun tidak asal-aslalan. Yang pasti enak dan halal,” jaminnya.

Senada, Viktor Waloni, pemilik FoodTruck Seruput ini juga mengakui, pendapatannya selama membuka usaha tersebut cuckup menjanjikan. Meskipun baru satu bulan menjalankan usaha tersebut, namun perharinya dirinya bersama rekannya bisa melayani 100 sampai 200 pembeli. “Pendapatannya lumayan banyak. Tapi banyak juga yang harus dikeluarkan,” katanya.

Ditempatnya semua makanan dijual dengan harga yang murah. Aneka kopi berkisar dari Rp 10-20 ribu. “Sementara untuk makanan seperti bakmi, dan siomay harganya berkisar Rp 17- Rp 25 ribu,” kata Waloni.  “Tempatnya strategis, jadi para anak muda banyak yang mengabiskan waktunya di sini,” jelasnya sembari menambahkan ramainya pengunjung tergantung dari keadaan cuaca.

“Kalau musim hujan biasanya sepi,” tambahnya. Terpantau, semakin sore, pengunjung semakin ramai. Mobil-mobil Foodtruck sudah mulai berjejeran. Tempat ini pun bisa dijadikan lokasi nongkrong saat weekend. (*)

Kirim Komentar