06 Jan 2018 09:26

Koes Plus Tinggal Satu Personil

MyPassion
Yon Koeswoyo. Foto: Spotify

TANGERANG SELATAN- Dunia musik Indonesia berduka karena seorang musisi senior meninggal dunia. Dia adalah Koesyono Koeswoyo atau akrab disapa Yon, vokalis sekaligus gitaris band legendaris Koes Plus. Yon menghembuskan nafas terakhir kemarin pagi (5/1) di kediamannya di kawasan Pamulang dalam usia 77 tahun. Pria asal Tuban, Jawa Timur, itu wafat setelah 1 tahun menderita penyakit komplikasi diabetes yang menyerang jantung dan paru-parunya.

 

Gerry Koeswoyo, putra sulung Yon, mengungkapkan bahwa pada 26 Desember lalu, sang ayah sempat diopname di RS. Medika, BSD, Tangerang Selatan. Sebab, kondisi kesehatan Yon tiba-tiba menurun. Setelah 5 hari dirawat, Yon minta pulang. "Bapak nggak mau dianggap atau diperlakukan seperti orang sakit. Dia selalu semangat," kata Gerry saat ditemui di rumah duka.

Yon lantas pulang ke rumahnya di Pamulang. Selama beberapa hari, dia sama sekali tidak menunjukkan gejala-gejala aneh. Namun, pada Rabu (3/1), tiba-tiba nafsu makannya menurun.  Khawatir, Gerry dan Chicha Koeswoyo, keponakan Yon, mengusulkan agar Yon dibawa ke rumah sakit lagi. Namun, Yon ogah diopname lagi. "Kalau di rumah sakit, katanya dia nggak bisa sehat," ujar Chicha.

Hingga akhirnya, kemarin subuh, kondisi Yon semakin memburuk. Nafasnya putus-putus. Gerry dan Chicha yang mendampinginya diminta memanjakan doa demi kesehatan Yon. Walaupun mengeluh sakit, Yon tetap kukuh tak mau ke rumah sakit. Sang musisi seolah ingin agar dia menghembuskan nafas terakhir di rumah, tempat yang paling nyaman untuknya. Chicha pun pamit untuk pulang dan sempat memeluk Yon untuk terakhir kali. "Om Yon sempat pesan supaya saya jaga keluarga saya dan keluarga besar baik-baik," kata mantan penyanyi cilik sekaligus putri Nomo Koeswoyo itu.

Menjelang pukul 6, Yon pun wafat di rumahnya. Sebelumnya, sejak 2016, Yon 3 kali masuk rumah sakit lantaran kondisi kesehatannya yang fluktuatif. Anak-anak serta keponakannya berulang kali mengingatkan agar mendiang menjaga kondisi tubuhnya supaya tidak terlalu lelah. Namun, Yon selalu merasa bahwa dirinya baik-baik saja seolah tanpa penyakit. Di hari tuanya, dia tetap asyik bermain musik di waktu luang baik dengan gitar maupun piano.

"Babe (bapak,red) sempat bilang kalau saya boleh main musik asal jangan lupakan sekolah," ujar Kenas Berton, putra bungsunya yang masih duduk di bangku SMA.

Ungkapan kesedihan pun dirasakan Nomo. Dia terakhir kali bertemu dengan Yon pada pertengahan 2017, saat mengisi sebuah acara di Malang, Jawa Timur. Personel Koes Bersaudara itu sempat mengirimkan SMS terakhir sebelum Yon meregang nyawa. "Dia (Yon) minta dikirimin SMS isinya doa mohon ampunan ke Tuhan dalam bahasa Jawa," ujar Nomo yang kemarin langsung menuju Pamulang dari Magelang kemarin pagi.

Kepergian Yon bisa dibilang cukup ironis. Para personel Koes Plus maupun Koes Bersaudara sudah terpisah-pisah baik karena undur diri dari belantika musik maupun meninggal. Namun, semangat dari para personel tetap menurun ke anak-anak mereka. Yon sendiri sempat berpesan kepada anak dan keponakannya agar tetap meneruskan dan melestarikan karya musik Koes Plus. "Semangat hidup dan totalitas Bapak dalam berkarya akan saya teruskan," kata Gerry.

Sejumlah musisi lain pun datang sebagai wujud hormat dan respek. Mereka berasal dari berbagai generasi. Mulai dari ketua Bekraf Triawan Munaf, Dwiki Dharmawan, band Panbers, D' Masiv, Obbie Messakh, Glenn Fredly, dan Tulus. Semuanya kompak mengungkapkan bahwa Yon adalah sosok penggerak Koes Plus dan Koes Bersaudara. "Dia dan band-nya layak disamakan dengan The Beatles atau Michael Jackson karena sangat legendaris," ujar Triawan. Wajar, Koes Plus menelorkan lebih dari 70 album. Total 89 album bila dihitung saat band kakak-beradik ini masih tampil dengan nama Koes Bersaudara.

Diketahui, grup band legendaris Koes Plus terbentuk sejak 1969, dengan personel Tony Koeswoyo (lead gitar, keyboard, vokal), Yon Koeswoyo (rhythm gitar, vokal), Yok Koeswoyo (bass, vokal), dan Murry (drum, vokal).

Namun satu per satu personel Koes Plus ini pun mengembuskan napas terakhirnya, yang diawali oleh Tony Koeswoyo pada 27 Maret 1987. Tony merupakan pimpinan dari band yang sempat masuk bui ini.

Pada 1 Februari 2014, sang penabuh drum Koes Plus, Murry, pun berpulang. Murry merupakan satu-satunya personel yang bukan bagian dari keluarga Koeswoyo.

Dan pada 5 Januari 2018, Yon menyusul kedua saudaranya di usia 77 tahun. Setelah ketiganya dipanggil Sang Pencipta, kini tersisa hanya Yok Koeswoyo, dari personel Koes Plus. Yok merupakan adik Yon Koeswoyo, yang terpaut tiga tahun.

Jenazah akan dimakamkan pagi ini (6/1) pukul 9 di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Pemakaman dilakukan hari ini lantaran kemarin siang, salah satu putra Yon, David Koeswoyo, masih berada di Raja Ampat, Papua Barat. "David baru sampai Jakarta malam ini (tadi malam,red)," ujar Gerry. Selamat jalan, Yon!. (berbagai sumber/ria) 

Kirim Komentar