06 Jan 2018 13:07

Cengkih Masih Miliki Pasar

MyPassion
MASIH MENJANJIKAN: Komoditas unggulan Sulut Cengkih masih memiliki pasar yang menjanjikan. Sebagian petani masih menggantungkan hidup dari penjualan emas coklat ini.

MANADO—Cengkih sebagai salah satu komoditas unggulan Sulawesi Utara (Sulut) ternyata masih memiliki pasar yang menjanjikan. Dari segi harga, komoditi yang dijuluki ‘emas coklat’ ini masih memiliki harga jual yang tinggi. Terpantau, harga cengkih kemarin berada di kisaran Rp 100 ribu. Pengamat pertanian Sulut Ir Dedie Tooy MSi PhD mengatakan, selain sebagai komoditi unggulan, cengkih bisa dijadikan program strategis jangka panjang.  “Perlu diingat cengkeh bila dikaitkan dengan program rempah nasional merupakan komoditi yang nilai jualnya tinggi,” ujarnya.

Dia menambahkan, prospek pasar cengkih saat ini masih besar di industri rokok. “Nilai tambahnya menjadi tinggi jika kemudian dapat diolah menjadi minyak asiri seperti parfum dan di sektor farmasi,” ujarnya. Terkait ekspor, ekspor cengkeh menurutnya Sulut masih belum mampu. “Masih perlu ada dana rehabilitasi tanaman cengkeh di sektor hulu,” ucapnya. Sektor hilir perlu pendampingan pemerintah.  “Bila dijadikan program strategis maka cengkih akan dikeroyok tidak hanya Kementerian Pertanian tapi juga kementrian lain yang terkait,” pungkas Tooy.

Sementara, terkait penyebaran komoditas cengkih di Sulut, sekretaris Dinas Perkebunan Sulut Drs TH Siregar mengatakan, data terakhir menunjukan, untuk tahun 2016 total lahan perkebunan cengkih di Sulut mencapai 76 ribu Hektare (Ha). “Sedangkan untuk produksi cengkih, di tahun 2016 mencapai 15 ribu ton. Paling banyak di Minahasa sebanyak 5 ribu ton, disusul Minahasa Selatan 3 ribu ton,” beber Siregar.

Dia pun berujar, cengkih masih dapat mensejahterakan oetani Sulut.  “Cengkih masih sangat menjanjikan bagi petani sulut, sekarang harga pasarannya sudah mulai menanjak naik,” bebernya. Sementara untuk pasar luar negeri, dia melanjutkan, masih sangat menjanjikkan. Khsusnya jika produksi ditingkatkan. “Kita akan coba ekspor cengkih ke Asia dan Eropa, kualitas cengkih kita kan sangat baik,” ujarnya.

Dia pun berharap, mengharapkan agar para petani dalam usahanya meningkatkan kesejahteraan dapat mengolah cengkeh yang ada menjadi produk jadi misalnya minyak cengkeh dan rempah-rempah. “Jangan hanya dibawa di pabrik rokok saja,” ungkapnya sambil menjelaskan produksi cengkeh tahun depan akan meningkat.

Senada, Kasubag  Perencanaan Dan Keuangan Dinas Perkebunan Sulut Johanis Pandey mengatakan, cengkih sangat berpengaruh bagi perekonomian masyarakat Sulut. “Coba lihat jelang Natal ini kondisi tidak terlalu ramai karena orang tidak panen,” singkatnya. (ctr-01/fgn) 

Kirim Komentar