06 Jan 2018 13:20
Awal Tahun 13.555 Buah Diserahkan

BPN Masih `Utang` 21.500 Sertifikat Tanah

MyPassion

MANADO—Dari target 43.000 sertifikat gratis pada 2017 lalu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) baru menyelesaikan 50 persen atau 21.500 buah sertifikat. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Fredy Kolintama ketika diwawancarai mengatakan, pihaknya akan tetap menyelesaikan target tersebut. “BPN telah bekerja keras menyelesaikan. Namun tidak bisa 100 persen karena proyek tersebut dimulai Agustus 2017,” bebernya.

 

Dia melanjutkan, di awal 2018 ini, 13.555 sertifikat akan diserahkan. “Rencananya akan diserahkan Pak Presiden. Karena itu, BPN mengimbau masyarakat bersabar. Memang ada yang sudah diserahkan seperti di Minahasa Utara. Namun itu karena sudah sangat mendesak dibutuhkan masyarakat,” tukasnya. Sertifikat yang lain, lanjut Kolintama, harus tunggu presiden. “Informasi yang kami dapat, awal tahun ini sudah akan diserahkan. Apakah oleh presiden atau menteri,” sebut Kolintama.

Pengamat pemerintahan Dr Jhony Lengkong mengatakan, pemberian sertifikat gratis kepada masyarakat adalah suatu hal yang baik. Semua ini karena program langsung dari presiden sehingga bisa dengan mudah dikontrol. “Target pun akan sebisa mungkin dicapai. Namun pimpinan di pusat harus mengontrol dan menjaga koordinasi agar semua yang ditargetkan presiden bisa tercapai,” ujarnya.

Dia melanjutkan, banyak masalah tanah terjadi di Sulut. “Misalnya perampasan lahan yang bisa berakibat fatal. Kakak adik saja bisa saling membunuh karena memperebutkan lahan. Namun saya rasa dengan memiliki sertifikat, angka permasalahan agrarian seperti ini akan berkurang drastis,” sebut Lengkong.

Lanjutnya, presiden juga memang sedang fokus menyelesaikan sengketa lahan di Indonesia. Dengan begini pemerintah akan dipermudah jika masyarakat sudah mengantongi sertifikat tanah. “Langkah pemerintah kali ini sangat tepat menyelesaikan permasalahan agraria yang sedang marak terjadi di Indonesia. Pemerintah juga harus cepat menyerahkan kepada masyarakat sertifikat yang sah,” tandasnya.(ctr-03/gel)

Kirim Komentar