05 Jan 2018 08:41

Senin, Gaji-TPP Dibayar

MyPassion
Ilustrasi

MANADO—Aparatur Sipil Negara (ASN) di sejumlah daerah di Sulawesi Utara masih belum menikmati gaji. Hal itu berbanding terbalik dengan beberapa kabupaten dan kota lainnya yang telah membayar upah bagi para abdi negara ini.

 

Keterlambatan pembayaran gaji menurut pengamat pemerintahan Dr Stefanus Sampe, akan berpengaruh terhadap kinerja para pegawai di lapangan. Karena semua orang yang bekerja, pasti membutuhkan uang untuk membiayai kebutuhan pribadi dan keluarga. Sementara dari segi psikologis, hal tersebut, katanya akan menimbulkan perasaan malas dan penurunan etos kerja para PNS.

“Dari segi ekonomi pun akan menimbulkan efek yang sama.  Karena para PNS ini memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi. Sehingga keterlambatan gaji tersebut akan membuat mereka mencari alternatif pekerjaan lain, yang pada akhirnya kinerja mereka sebagai PNS menurun,” sorot Sampe.

Dirinya pun berpendapat, hal tersebut, tidak seharusnya terjadi. Karena peraturan mengenai gaji, sudah diatur jelas. “Jika birokrasinya jelas maka hal seperti itu seharusnya tidak terjadi,” tegasnya.

Dirinya sembari mengimbau pada pemerintah daerah dan bendahara keuangan untuk bisa memperhatikan hal tersebut dan bekerja dengan serius. “Gaji merupakan hak yang harus diberikan. Jika terlambat itu berarti ada kelalaian hak disana,” tutupnya.

Diketahui, dari Minahasa sebanyak 4.300 Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menunggu turunnya gaji pada awal Januari ini. Anggarannya tak sedikit. Sebanyak Rp 18,3 miliar wajib digelontorkan pemerintah daerah untuk gaji pegawai. Kepala Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah Rianny Suwarno menyebutkan dalam minggu berjalan ini, belum ada petunjuk soal jadwal pembayaran gaji. “Belum bisa dipastikan kapan gaji akan turun. Kita masih sementara mengurus laporan pertanggungjawaban tahunan yang masuk dari SKPD,” ujar Suwarno, dikonfirmasi Kamis (4/12) kemarin.

Ditambahkannya, guna mempercepat pembayaran gaji, pihaknya berharap seluruh SKPD untuk secepatnya memasukkan surat permohonan. “Makin cepat dimasukkan, berarti kemungkinan dibayarkan cepat juga,” kata dia. Sementara itu, Sekretaris Kabupaten Minahasa Jeffry Korengkeng mengatakan, upaya percepatan pembayaran gaji ASN bulan ini terus dilakukan pihaknya. “Mudah-mudahan minggu depan sudah terbayar. Banyak laporan awal tahun, tutup buku, hingga laporan akhir kinerja pemerintahan untuk dirapatkan bersama DPRD sementara dikerjakan,” tutur Korengkeng.

Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ir Denny Mangala menambahkan, keterlambatan pembayaran gaji semestinya tidak mengurangi semangat dan profesionalisme ASN dalam bekerja. “Ada kok waktunya, tinggal ditunggu saja. Pasti kalau semua persiapan selesai, siap dibayarkan,” singkat Mangala. Di Sangihe, teka-teki kapan pembayaran gaji dipastikan pekan depan. Kepala Badan Keuangan Setda Sangihe Femmy Montang menyebutkan, saat ini bagian keuangan sementara dalam persiapan pembayaran gaji ASN.

“Paling lambat pekan depan. Saya berharap teman-teman ASN bersabar,” tutur Montang, Kamis (4/1).  Sementara untuk Dana Alokasi Umum (DAU) yang biasanya akhir Desember sudah masuk, katanya baru masuk Kamis (4/1) kemarin. “DAU yang masuk per tahun yakni Rp.518.472.055.000,” jelasnya.

Ditambahkan Sekretaris Badan Keuangan Setkab Risdyanto Patras SH, pencairan gaji para abdi negara ini tinggal menunggu pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan bendaharanya, untuk lakukan spesimen ke bank. “Karena saat apel perdana sudah diberikan secara simbolis surat keterangan bupati bagi bendahara SKPD,” jelas Patras.

Lanjutnya, kemungkinan pencairan gaji normal sekitar satu dua hari ke depan, jika pimpinan SKPD dan bendahara bergerak cepat ke bank. “Paling lambat minggu depan sekitar tanggal 8 Januari 2018 bisa dibayar,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Perbendaharaan Anna Rakinaung SE AK MSi mengatakan, penataan kembali tertib administrasi keuangan ASN Kepulauan Sangihe sudah selesai. “Di tahun 2018 setiap ASN telah melakukan registrasi kembali data keluarganya. Dan gaji ASN Kepulauan Sangihe keseluruhannya sebanyak Rp.16.274.220.668 bagi 3.969 ASN," beber Anna.

123
Kirim Komentar