05 Jan 2018 09:18
Terus Berkarya dan Melayani

Proficiat Uskup Manado Rolly Untu

MyPassion
SEDERHANA: Uskup Manado Mgr Benedicitus Estephanus Rolly Untu MSC merayakan HUT ke-61, bersama Gubernur Provinsi Sulut Olly Dondokambey.

Menapaki usia ke-61 Uskup Manado Mgr Benedicitus Estephanus Rolly Untu MSC bersyukur dengan berkat yang di terima hingga saat ini. Perayaan HUT dirayakan dengan sederhana namun sarat makna di Wisma Montini, samping Keuskupan Manado.

 

DI usia yang baru ini, Uskup Untu mengaku bersyukur karena bisa berbagi berkat dengan semua umat. “Dengan cara itu, merasa hidup saya lebih berarti dan bermakna bagi orang lain,” katanya sambil tersenyum.

Di usia ini juga terasa istimewa karena Uskup Untu selama 12 hari, mulai dari 23 Desember 2017 hingga 2 Januari 2018, berada di tiga daerah terpencil: Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut. Dia merayakan Natal dan Tahun Baru bersama umat dan pemerintah di sana.

“Itu pertama kali saya merayakan Natal jauh dari pusat  kota. Dan di sana boleh membawa pesan Natal, damai sukacita, dan kegembiraan lewat kunjungan di gereja bahkan kepada pemerintah yang ada di sana yang mayoritas tidak beragama Katolik. Bisa bertemu dengan banyak umat dan memberkati umat yang ada daerah terpencil,” ceritanya.

Dengan pengalaman pelayanan itu, Uskup Untu mengaku mengalami pengalaman Natal yang sangat bermakna. “Saat umat tidak pernah bertemu dengan Uskup akhirnya bisa bertemu. Saya sungguh merasakan makna Natal yang sebenarnya  di sana. Biasanya hanya hidup dan berbaur dengan umat dan masyarakat di perkotaan, tetapi bersyukur bisa diberi kesempatan untuk bersama-sama dengan umat di daerah terpencil,” jelasnya.

Dengan cara itu, dia merasa hidupnya berarti dan bermakna bagi orang lain. "Dalam merayakan Natal, Tuhan datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Itulah makna Natal yang sesungguhnya,” katanya.

Ia mengaku sempat terkejut saat seorang kepala daerah yang tidak mengenal sosok uskup seperti apa. “Dia bertanya begini, kenapa Pak Uskup tidak datang bersama keluarga? Dan saya pun menjelaskannya seorang Uskup itu pada dasarnya tidak boleh menikah. Karena itu adalah komitmen dengan Tuhan,” kata Uskup berkaca mata ini.

“Banyak cerita yang saya temui saat berada di sana. Ada pun yang berpikir kalau saya itu adalah menteri yang datang berkunjung. Bersyukur ada yang tahu dan menjelaskan arti Uskup iru sendiri,” ceritanya.

Uskup Untu pun berharap, di tahun baru ini tetap diberi kesehatan oleh Tuhan. Karena dia mempunyai moto ‘Mens Sana In Corpore Sano’ yang artinya jiwa yang sehat ada dalam tubuh yang sehat. “Karena jika sehat pikiran pun akan sehat. Tetapi yang utama adalah kekuatan rohaninya. Sehingga akan terus berkarya, kuat mendampingi umat dan pastor. Bisa terbuka dan bekerjasama dengan berbagai pihak dalam persatuan dan kesatuan. Serta  membantu pemerintah memajukan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Sekadar diketahui, saat perayaan HUT sederhana kemarin, dihadiri berbagai kalangan. Mulai pejabat, pastor, biarawan-biarawati, frater, keluarga, hingga umat. (***)

Kirim Komentar