05 Jan 2018 14:29
Butuh Minimal Tiga Titik TPA

Produksi Sampah di Minahasa Capai 105 Ton Per Hari

MyPassion
Ilustrasi

MINAHASA—Kebutuhan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mendesak. Pasalnya, sejumlah titik membutuhkan tempat membuang sampah. Karena, produksi sampah di Minahasa mencapai 105 ton per hari. Hal ini diucapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Minahasa Alva Montong, kemarin.

“Hingga saat ini, jumlah keseharian produksi sampah mencapai 105 ton,” kata Montong. Dari sisi volume, diakuinya memang besar. “Ditambah alat pengangkut khususnya dump truck kita terbatas. Jika TPA di Langowan dan Kawangkoan selesai, permasalahan sampah di Minahasa secara bertahap bisa teratasi,” kata dia.

Olehnya, dirinya berharap masyarakat untuk menggunakan bahan-bahan yang mudah dilebur. Sehingga memudahkan dan mempercepat proses penguraian sampah. “Semakin cepat, semakin sedikit akumulasi sampah di TPA. Berdasarkan kategorinya sampah berbahan baku plastik paling lama terurai bisa sampai 12 tahun,” jelasnya.

Diketahui, penyediaan sarana TPA sampah sudah ada di dua titik. Masing-masing di Kelurahan Kulo Kecamatan Tondano Utara dan di Kawangkoan. ”Anggaran sebesar Rp 12 miliar dialokasikan guna penyelesaian fasilitas umum tersebut tahun ini,” kata Montong.

Khusus untuk TPA Kulo, dia melanjutkan, sudah selesai tahun lalu pembangunannya. Tinggal, ditambahkan alat berat dan mesin penunjang lainnya.

Saat ini, lanjutnya, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulut guna mencari lahan alternatif lainnya di Kecamatan Langowan untuk pembangunan TPA. “Teknis pekerjaan, anggaran semua Provinsi yang atur. Karena dananya langsung dari APBN. Saat ini sementara dicari lahan juga di Langowan,” katanya. “Nah, yang di Kawangkoan tepatnya di Kayuuwi sementara dikerjakan pembangunannya langsung dari PU Provinsi,” pungkas Montong. (cw-01/fgn)

Kirim Komentar