05 Jan 2018 09:42

Masyarakat wajib Pahami Perjanjian Kredit

MyPassion

MANADO—Tabiat warga Sulut kerap tak membaca secara rinci perjanjian kredit saat akan mengurus pembiayaan. Karenanya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sultgomalut menekankan debitur agar lebih memahami isi perjanjian kredit. Kepala OJK Sulutgomalut Elyanus Pongsoda menuturkan, berdasarkan imbauan Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK Anto Prabowo, menjelaskan agar kontrak pembiayaan dipahami.

“Pemahaman isi kontrak ini penting agar debitur mendapatkan informasi yang jelas mengenai klausul kesepakatan dalam perjanjian pembiayaan, jangan sampai ada konflik atau kesalahpahaman yang bisa merugikan masyarakat di kemudian hari,” kata Pongsoda mengutip imbauan Prabowo.

Selain itu, dia melanjutkan, setelah menandatangani perjanjian kontrak pembiayaan, debitur diminta memenuhi kewajiban pembayaran angsuran secara tepat waktu sesuai besaran dan tanggal yang telah disepakati dengan perusahaan pembiayaan. “Kemudian jika terjadi, eksekusi benda jaminan fidusia oleh perusahaan pembiayaan, debitur perlu memastikan bahwa proses eksekusi telah sesuai dengan prosedur yang diatur dalam perjanjian pembiayaan. Termasuk mengenai tahapan pemberian surat peringatan kepada debitur/konsumen,” jelasnya.

Kemudian, Pongsoda menambahkan, petugas yang melakukan eksekusi merupakan pegawai perusahaan pembiayaan atau pegawai alih daya perusahaan pembiayaan yang memiliki surat tugas untuk melakukan eksekusi. “Petugas yang melakukan eksekusi membawa sertifikat jaminan.  Proses penjualan barang hasil eksekusi harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan mengenai jaminan fidusia,” katanya.

Ditambahkannya, OJK telah mengeluarkan peraturan terkait dengan eksekusi benda jaminan oleh perusahaan pembiayaan. “Harus berdasarkan ketentuan  Pasal 21 sampai . Pasal 23 dan Pasal 51 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29/POJK.05/2014 tentang penyelenggaraan usaha perusahaan pembiayaan,”  pungkasnya. (fgn)

Kirim Komentar