05 Jan 2018 13:04
Proyek Pertama yang Dilelang

Jalan Likupang dan Perbatasan Telan 60 M

MyPassion
Steve Kepel

MANADO—Tahun ini sektor infrastruktur masih jadi primadona. Tak tanggung-tanggung, anggaran sebesar Rp 260 miliar dialokasikan untuk sejumlah proyek. Dua proyek dengan anggaran terbesar adalah pembangunan ruas jalan bandara di Likupang yang menelan anggaran Rp 30 miliar dan penanganan wilayah perbatasan Rp 30 miliar.

Anggaran lainnya dialokasikan untuk pembangunan irigasi dan perbaikan ruas jalan provinsi. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulut Steve Kepel. “260 miliar ini terdiri dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Terbesar memang untuk jalan bandara Likupang dan perbatasan,” sebut Kepel.

Proyek ini sudah akan dilelang. Pihaknya pun telah melakukan koordinasi dengan Unit Layanan Pengadaan (ULP). "Berbagai ruas jalan provinsi yang sudah mendesak diperbaiki seperti ruas jalan Tomohon-Tanawangko. Rencananya juga kita akan membuat pelebaran jalan di situ. Minimal tujuh meter. Wilayah administrasi juga sementara dikoordinasikan agar tahu mana yang menjadi kewenangan provinsi," tandasnya.

Pemerhati pemerintahan Dr Welly Waworundeng menilai, anggaran Sulut banyak lari ke belanja pegawai. Padahal menurutnya belanja langsung untuk perbaikan sarana dan prasarana sangatlah penting. Apalagi itu untuk menunjang pelayanan publik. Jadi tambahnya, anggaran belanja langsung harus lebih dibandingkan belanja pegawai.

"Bila infrastruktur kita banyak, jalan serta jembatan dalam keadaan layak, ekonomi masyarakat meningkat. Kualitas pembangunan Sulut juga akan naik. Tapi kalau anggaran secara berlebihan dipakai untuk belanja pegawai, maka pembangunan Sulut yang akan di korbankan. Itu menjadi cermin jelas di serapan tahun lalu, belanja tidak langsung kan lebih banyak," sebut Waworundeng.(ctr-03/gel)

Kirim Komentar