04 Jan 2018 07:56

Ribuan ASN Dipotong TKD

MyPassion
Ilustrasi

MANADO—Ribuan ASN tidak hadir di saat apel perdana, Rabu (3/1), kemarin. Contohnya, Data di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulut, hanya sekira 95 persen ASN di lingkup Pemprov Sulut yang apel.

Kepala BKD melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan Aparatur Andra Mawuntu mengatakan, total Aparatur Sipil Negara (ASN) dan THL yang mengabdi di Pemprov Sulut sekira 14.000. Dikurangi THL dan tenaga guru, sisa ASN yang wajib apel di kantor gubernur sekira 5.600. Artinya, sekira 280 ASN bolos. “Kami sedang mendata berapa ASN yang ikut apel. Untuk pejabat eselon II, ada dua orang yang sedang tugas,” bebernya.

Dia menegaskan, ada sanksi yang diberikan untuk ASN yang tidak mengikuti apel perdana. “Sesuai edaran gubernur 2/2011 tentang kinerja, kalau ada ASN yang tidak hadir dengan alasan tidak jelas TKD dipotong 30 persen. Di samping itu sanksi teguran lisan,” sebutnya.

Pantauan, apel perdana di Pemerintah Kota Manado dari empat ribu jumlah ASN Pemerintah Kota Manado yang hadir sekitar 90 persen. Wali Kota Manado DR Vicky Lumentut mengatakan, bagi yang menambah libur akan mendapatkan sanksi berupa hukuman disiplin sesuai aturan yang berlaku. “Kita akan lihat penyebab kehadiran apa. Tentu kalau sakit ada di rumah sakit kita harus ada hati untuk melihat itu. Kalau hanya dibuat-buat dan hanya surat keterangan dokter tentu ada pertimbangan lain,” ujarnya.

Sekkot Manado Drs Rum Usulu mengatakan, sesuai dengan petunjuk Wali Kota yang tidak hadir akan dikenakan hukuman disiplin sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) 53/2010 tentang disiplin PNS. “Akan diberikan teguran lisan. Juga akan mendapatkan pemotongan tunjangan 15 persen,” tegasnya.”BKD sekarang sementara rekap absen kehadiran disaat apel perdana,” tambahnya.  

Sementara apel perdana di Kabupaten Minahasa dihadiri 90 persen Aparatur Sipil Negara (ASN), dari 4.304 jumlah keseluruhan ambil bagian.  Dipastikan, bagi ASN yang tidak memiliki alasan yang jelas bakal dikenakan sanksi. "Macam-macam, bisa sanksi teguran hingga pemotongan gaji bulan ini," ujar Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Jeffry Korengkeng usai pelaksanaan Apel Perdana, di Halaman Kantor Bupati Minahasa.

Lebih rinci, dirinya mengatakan, data soal ASN dari SKPD atau UPT mana yang tidak ikut Apel Perdana, tengah dikoordinasikan dengan Dinas Kepegawaian Daerah. "Datanya sementara dikumpulkan di BKD. Begitu selesai langsung kita berikan Surat Peringatan dan hak memberikan klarifikasi kenapa tidak ikut, jangan ada alasan yang dibuat-buat," tegasnya.

Senada, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ir Denny Mangala mewarning seluruh ASN yang tidak ambil bagian dalam Apel Perdana, kemarin. "Ada sanksinya jelas. Tergantung, jika benar sakit, atau ada urusan yang benar-benar mendesak, bisa saja ditolerir. Tapi, jika nyatanya tidak ada alasan kuat. Siap-siap kena sanksi," ujarnya.

Terpisah, Sekretaris BKD Andre Winowatan mengatakan, rekapitulasi hasil kehadiran ASN tengah dilakukan pihaknya. Dirinya mengakui ada sejumlah SKPD yang tidak ambil bagian. "Detailnya sementara dihitung, yang pasti disekitar 90 persen. Ada yang tidak ikut, kita sementara menunggu laporan dari tingkat pemerintah kecamatan juga," singkatnya.

Di Kabupaten Minsel dari 3.800 PNS se-jajaran Pemkab Minsel, hanya 1.802 abdi negara di lingkungan setkab yang tampak hadir. Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Ferdinand Tiwa mengatakan, PNS yang diwajibkan mengikuti apel perdana di luar guru dan tenaga teknis di kecamatan. “Karena sekolah-sekolah masih libur jadi guru tidak diwajibkan ikut. Sedangkan pegawai di kecamatan kita mintakan langsung melakukan pelayanan jadi tidak lagi mengikuti apel," jelasnya.

12
Kirim Komentar