04 Jan 2018 10:52
Rolling Digelar Pertengahan Januari

OD: Tak Sejalan, Silakan Minggir

MyPassion
MULAI KERJA: Gubernur Olly Dondokambey dan jajaran pejabat saat bersalaman dengan ASN di lingkup Pemprov Sulut, kemarin, usai apel perdana. foto: Humas

MANADO—Pasca libur panjang Natal dan Tahun Baru, Rabu (3/1), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) melakukan apel bersama. Ribuan ASN termasuk eselon II ikut dalam apel tersebut. Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) menegaskan agar 2018 ASN bekerja maksimal. Inovasi baru juga akan dilakukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Bila ASN bekerja baik, TKD akan meningkat sesuai pencapaian,” tukasnya.

 

OD pun menuturkan, selama dua tahun memimpin Sulut, ASN dan pejabat di Pemprov harusnya sudah tahu ke arah mana kepemimpinan dirinya bersama Wagub Drs Steven Kandouw. “Kalau tidak bisa mengikuti, mohon maaf langsung saja meminggir. Berarti saudara-saudara tidak memiliki sikap seperti apa yang akan saya lakukan. Nanti di 2021 tidak perlu lagi memilih saya sebagai gubernur, agar bisa melakukan sesuka hati kalian. Tapi sampai 2021 harus ikut kemauan saya," tegas OD.

Usai memimpin apel, mantan anggota DPR-RI ini mengatakan, 2018 semua sektor akan dipacu. Dia menyinggung serapan anggaran 2017 yang hanya menyentuh angka 80 persen. “Tahun ini harus 92 persen. Disiplin kerja harus ditingkatkan, sehingga program pemerintah bisa tercapai,” tegas OD.

Tak hanya itu, dirinya pun menekankan jika awal 2018 ini bakal ada penyegaran jabatan di lingkup Pemprov Sulut. Namun OD mengungkapkan, rolling bukan bermaksud menyingkirkan para pejabat namun sebagai tindakan penyegaran. "Kalian lihat kalau orang tersebut tidak mendapatkan jabatan berarti dia tidak mengikuti sesuai arahan. Namun rolling ini adalah hal yang biasa. Pertengahan Januari ini akan dilakukan penyegaran," ucapnya.

Di sisi lain, pengamat pemerintahan Prof Patar Rumapea menuturkan, Pemprov memang harus bersikap tegas pada ASN yang tak bisa mengikuti ritme kerja atasan. “Mungkin saja program atasan sudah sangat bagus, tapi eksekusi di lapangan tak maksimal. Ini harus dievaluasi,” tutur akademisi Fispol Unsrat ini. Dia melanjutkan, pemerintahan OD-SK harus terus berbenah di usia dua tahun kepemimpinan.

“Ada begitu banyak program positif dan capaian baik pada 2017. Tapi itu tak cukup. Kerja sama antar sektor harus terus dilakukan untuk memaksimalkan pemerintahan. Jika memang penyegaran pejabat sudah mendesak, sangat baik dilakukan,” tukasnya.(ctr-03/gel)

Kirim Komentar