04 Jan 2018 12:27

Instruksi Wali Kota, Ini Akibatnya Jika Parkir Sembarangan di Manado

MyPassion
PELANGGARAN: Beberapa titik trotoar di Kota Manado beralih fungsi menjadi tempat parkir kendaraan roda dua dan empat. Terlihat Rabu (3/1), kendaraan leluasa merampas hak pejalan kaki. Foto: Reza Mangantar/ MP

MANADO—Masalah parkir liar belum juga selesai. Di tahun 2018 Pemerintah Kota Manado semakin tegas bagi pengendara yang memakir kendaraannya sembarangan. Trotoar yang fungsinya untuk pejalan kaki, berubah jadi tempat parkir. Wali Kota Manado Dr Vicky Lumentut pun tegas. Dia menginstruksikan Kepala Dinas Perhubungan bergerak dengan alat mobile untuk menyosialisasikan fungsi trotoar. “Bukan untuk memarkir kendaraan,” ujarnya.

 

Menurut orang nomor satu di ibu kota Provinsi Sulut ini,  sejak 30 Desember lalu, pihaknya sudah memberikan mandat kepada Dinas Perhubungan melakukan patroli. Jika ditemukan ada kendaraan yang memarkir kendaraan di trotoar, empat ban mobil dikempesin semua. ”Saya minta dicatat plat mobil yang memarkir kendaraannya sembarangan. Jika ditemukan kedua kali, mobilnya digaris-garis sedikit biar ada biaya keluar,” ujarnya.

Lanjut Lumentut, kalau sampai tiga kali mobil yang sama memarkir kendaraan di trotoar, akan diderek. Kemudian dikumpulkan di satu tempat. “Kalau pun pemilik mengambilnya harus ada tembusan dengan membayar denda,” sebutnya.

Wali kota dua periode tersebut, memohon mengertian pengendara karena Manado makin ramai. Turis datang semakin banyak. “Jangan sampai turis menilai pemerintah salah kaprah, trotoar untuk pejalan kaki digunakan untuk parkir kendaraan,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Manado M Sofyan mengatakan, pihaknya akan melakukan patroli setiap hari, memantau kendaraan yang parkir di trotoar. ”Untuk sementara petugas Dishub masih patroli di kawasan Boulevard. Karena daerah tersebut yang banyak ditemukan kendaraan parkir sembarangan. Kalau sudah terbiasa, baru kita ganti lokasi lain supaya efektif,” ungkapnya.

Dia juga mengimbau pengendara di Manado, termasuk dari luar Manado mematuhi rambu lalu lintas ketika berkendaraan di Manado dan tidak memarkir kendaraan sembarangan apalagi di trotoar. “Bantu petugas Dishub. Sebab jika ditemukan memarkir kendaraan sembarangan maka ban mobil akan dikempesin,” imbaunya. 

Terpisah, Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Manado Donald Wilar mengatakan, mobil derek akan masuk pengadaan Dishub tahun 2018 dengan anggaran hampir Rp 800 juta. ”Proses lelang akan dipercepat supaya mobil derek sudah bisa difungsikan, untuk menderek kendaraan yang melakukan pelanggaran,” tandasnya. (ite/gel)

Kirim Komentar