04 Jan 2018 14:46

Hakim Tolak Eksepsi Novanto

MyPassion
Setya Novanto. Foto: Dery Ridwansyah/JawaPos.com

JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menolak seluruh nota keberatan (Eksepsi) yang disampaikan penasihat hukum terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto.

Menurut Ketua Majelis Hakim Yanto, keputusan diambil karena surat dakwaan jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) tertanggal 6 Desember 2017, telah sesuai ketentuan Pasal 143 Ayat 2 Huruf a dan b KUHAP. Dengan demikian telah memenuhi syarat formil dan materiil.

"Mengadili, menyatakan keberatan atau eksepsi tidak dapat diterima. Memerintahkan penuntut umum melanjutkan pemeriksaan atas nama terdakwa Setya Novanto, menangguhkan biaya perkara hingga putusan hakim," ujar Hakim Yanto di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat).

Dalam putusan selanya, majelis hakim juga menyatakan penetapan tersangka untuk kedua kalinya telah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sebelumnya dalam nota keberatan, penasihat hukum menilai penetapan Novanto sebagai tersangka untuk kedua kalinya, tidak sah. Karena sebelumnya memenangi praperadilan yang pertama.

"Keberatan tim penasihat hukum tersebut bukan merupakan materi eksepsi yang diatur dalam Pasal 156 ayat 1 KUHAP, melainkan materi praperadilan," pungkas Hakim Yanto.

Sementara itu, Setya Novanto menerima sepenuhnya putusan sela Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), yang menolak seluruh nota keberatan mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut.

"Kami menghormati putusan ini dan akan mengikuti dengan tertib. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih," ujar Novanto usai sidang dengan agenda pembacaan putusan sela di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (4/1).

(gir/jpnn)

Kirim Komentar