04 Jan 2018 09:48

Debitur Mulai Cari Data Perbankan di OJK

MyPassion

MANADO—Pasca mulai beroperasinya Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sejak Selasa (2/1), permintaan OJK mulai menerima permintaan data perbankan dari debitur. Seperti di kantor OJK wilayah Sulutgomalut. Kepala OJK Wilayah Sulutgomalut Elyanus Pongsoda melalui bagian edukasi dan perlindungan konsumen Mouren Monigir, minat permintaan SLIK sudah cukup baik. “Di kantor Manado sudah ada. Baru satu, tapi sudah ada peminat,” kata Monigir.

Namun, lanjutnya, di kantor-kantor OJK yang lain sudah mulai marak. “Masyarakat yang sudah mendapatkan informasi keberadaan SLIK OJK mulai memanfaatkan layanannya melalui telepon call center OJK di 157 (sebelumnya 1500655) ataupun langsung mengunjungi kantor-kantor OJK yang sudah menyiapkan ruangan atau desk khusus untuk melayani permintaan informasi debitur perbankan dan layanan jasa keuangan lainnya,” katanya.

Monigir menuturkan, pelaksanaan SLIK pada hari pertama berjalan lancar. “Jaringan, database dan infrastruktur pendukung berjalan baik. Pegawai yang bertugas juga sudah mampu melayani dengan baik dan ramah,” katanya.

Informasi yang diberikan melalui SLIK yaitu informasi debitur (iDeb) melalui aplikasi iDeb Viewer berjalan lancar dan sesuai dengan jaringan komputer yang tersedia.

SLIK merupakan infrastruktur penting di sektor jasa keuangan yang dapat digunakan oleh pelaku industri untuk mitigasi risiko, khususnya risiko kredit sehingga dapat membantu menurunkan tingkat risiko kredit bermasalah. Selain itu, keberadaan SLIK juga mampu mendukung perluasan akses kredit/pembiayaan. “Berbagai manfaat menggunakan SLIK yaitu membantu dalam mempercepat proses analisis dan pengambilan keputusan pemberian kredit,     menurunkan risiko kredit bermasalah di kemudian hari,” lanjutnya.

Kemudian, dapat mengurangi atau meminimalkan ketergantungan Pelapor atau pemberi kredit kepada agunan konvensional. “Pemberi kredit dapat  menilai reputasi kredit calon debitur sebagai pengganti  atau pelengkap agunan,” terangnya.

SLIK juga berfungsi terkait efisiensi biaya operasional. “Mendorong transparansi pengelolaan kredit,” katanya.  Bagi debitur atau masyarakat umum, lanjutnya, keberadaan SLIK dapat dimanfaatkan untuk mengetahui data kredit perbankan seperti data pokok debitur, plafon kredit, baki debet, kualitas kredit, beban bunga, cicilan pembayaran serta denda atau penalti pinjaman. “SLIK juga bisa memberikan informasi mengenai status agunan serta rincian penjamin kredit,” pungkas Monigir. (fgn)

Kirim Komentar