03 Jan 2018 12:22

Warga Tahuna Ditemukan Tewas

MyPassion

SANGIHE—Hanya sehari menikmati tahun 2018, pria asal Kelurahan Tapuang, Kecamatan Tahuna Timur bernama Oktavianus Tatengkeng (28), nekat bunuh diri. Korban ditemukan di dahan pohon yang tak jauh dari kediamannya, Selasa (2/1) kemarin.

 

Peristiwa ini terungkap ketika saksi Bernabas Setia (58), tetangga korban, pukul 6.30 Wita hendak mengecek pipa air yang tersumbat. Saat menuju ke perkebunan, tepatnya di pinggir Jalan Raya Tahuna-Manganitu, dirinya terkejut melihat korban dalam posisi tergantung di dahan pohon dengan seutas tali. Saksi pun langsung memanggil warga sekitar dan melapor ke Pos pelayanan Pelabuhan Tahuna.

“Tak jauh dari posisi korban ada pisau yang berlumuran darah, mungkin digunakan korban untuk melakukan bunuh diri dengan mengiris bagian leher dan pergelangan tangan. Sebab, kedua bagian badan tersebut terdapat luka-luka,” tutur Setia kepada petugas.

Sementara itu, keluarga korban Rahel Tatengkeng (52) menerangkan, Senin (1/1), dirinya bertemu dengan korban pukul 7.00 Wita, ketika korban baru pulang dari Mako Polres akibat membuat keributan dengan parang. “Sehari lalu sebelum kejadian ini, saya bertemu korban dalam kondisi tidak sehat. Dia baru saja pulang dari Polres karena ditahan semalaman akibat membuat onar dengan menggunakan parang saat mabuk,” ceritanya.

Rahel pun menuturkan bahwa keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. “Kami keluarga tidak keberatan dengan kejadian ini. Karena kami percaya korban melakukan gantung diri akibat perbuatannya sendiri dan ini merupakan musibah,” tutur kerabat korban tersebut.

Menerima informasi, Polres Sangihe menuju ke TKP dan melakukan olah lokasi penemuan mayat. Sekaligus mengevakuasi korban ke RSUD Liung kendaghe.

Kapolres Sangihe AKBP I Dewa Made Adnyana, melalui Paur Humas Polres Sangihe Ipda Nuryani Kampungbae mengatakan, sampai saat ini motif meninggal korban belum diketahui. “Namun berdasarkan keterangan saksi dan keluarga. Beberapa hari ini korban dalam kondisi sakit atau ada dugaan gangguan jiwa, dan pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi,” tandasnya.(tr-08/gnr)

Kirim Komentar