03 Jan 2018 09:56

Tiket Pesawat Dorong Inflasi Desember

MyPassion
Soekowardojo

MANADO—Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) Sulut yang diwakili Kota Manado. Tercatat, untuk bulan Desember, Manado mengalami inflasi sebesar 0,51% secara month to month (mtm) setelah sejak Agustus hingga November mengalami deflasi. “Sepanjang 2017, inflasi Desember juga tidak setinggi inflasi yang terjadi di bulan Januari, Februari dan Juni serta Juli,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut Soekowardojo, tadi malam (2/1).

Sedangkan untuk penyebab utama inflasi Desember, lanjut Soekowardojo, adalah angkutan udara. “Angkutan udara sebagai dampak tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke Manado dalam rangka merayakan hari raya Natal dan Tahun Baru 2018,” sebutnya. Angkutan udara sendiri merupakan komoditas utama penyumbang inflasi di bulan Desember 2017. “Di tengah turunnya harga cabai rawit dan tomat,” katanya.

Sementara untuk skala nasional, dia melanjutkan, Inflasi Sulut lebih rendah. “Dibandingk an dengan nasional, inflasi Sulut juga lebih rendah dibandingkan realisasi nasional sebesar 0,71 persen secara mtm,” sambungnya.  Sementara itu, inflasi kelompok volatile food tercatat sebesar 0,93 persen secara mtm. “Yang disebabkan oleh komoditas telur ayam ras, bawang merah, pepaya, beras, daun bawang dan daging babi,” katanya.

Kenaikan harga pada komoditas telur ayam ras, dia melanjutkan, didorong oleh meningkatnya permintaan telur untuk pembuatan kue sebagai hidangan Natal dan tahun baru. “Kenaikan harga beras disebabkan oleh telah dimulainya masa tanam padi yang terjadi hampir di seluruh provinsi,” jelasnya.

Sementara, memasuki 2018, BI memperkirakan IHK Sulut akan mencatat inflasi yang relatif rendah pada Januari 2018. “Inflasi bulan Januari diperkirakan masih disebabkan oleh angkutan udara sebagai dampak mobilitas kembalinya masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru ke kota asal di luar Manado,” beber Soekowardojo.

Komoditas bumbu-bumbuan khususnya Barito juga akan menjadi penyumbang inflasi seiring dengan berlanjutnya kenaikan harga komoditas tersebut pada akhir bulan Desember 2017. “Sepanjang tahun 2018, BI memperkirakan inflasi Sulut akan berada pada level moderat di tengah sasaran target inflasi sebesar 3,5 plus minus 1 persen secara yoy,” terang Soekowardojo sembari berkomitmen untuk terus memperkuat pengendalian inflasi dalam rangka pencapaian target inflasi 2018. (fgn)

Kirim Komentar