03 Jan 2018 10:08

`Penikmat` Kapal Laut Capai 33.785 Orang

MyPassion
TETAP JADI PILIHAN: Penumpang kapal laut di Pelabuhan Manado dalam libur Natal dan Tahun Baru membludak. foto: Reza Mangantar/MP

MANADO—Cuaca ekstrem yang melanda Sulawesi Utara (Sulut) belakangan ini ternyata tak berpengaruh pada transportasi laut. Dari data, sebanyak 33.785 orang menjadi penumpang kapal laut di Pelabuhan Manado sepanjang libur Natal dan Tahun Baru.

 

Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Pelabuhan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Manado Jusuf Ichsan mengatakan, lonjakan penumpang tersebut masih bisa diatasi. “Dari angka ini sebenarnya mengalami penurunan di banding tahun sebelumnya yang mencapai 34.815. Tapi jumlah ini masih cukup banyak dibanding hari-hari biasa, dan bisa kita antisipasi,” tukasnya.

Berbagai faktor melatarbelakangi turunnya jumlah penumpang. Di antaranya keberadaan pesawat terbang yang melayani Kepulauan Sangihe dan Talaud. “Selain itu, Pelabuhan Manado bukan pusat semua keberangkatan. Masih ada pelabuhan lain yang melayani penumpang,” tandasnya.

Sejumlah penumpang yang diwawancarai Koran ini mengatakan, transportasi laut masih jadi favorit. “Dari dulu saya lebih senang menggunakan kapal laut. Bukan soal biaya. Saya setiap berangkat selalu pesan kamar, jadi harganya hampir sama saat naik pesawat. Di kapal, enak bisa menikmati pemandangan laut di malam hari,” kata Meyline Parera, salah satu penumpang asal Tahuna.

Penumpang lain, Mega juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya kapal merupakan alat transportasi yang sangat membantu masyarakat. Apalagi yang punya membawa banyak barang saat berangkat. “Kapal itu enak, selain murah kita juga bisa bebas membawa barang bawaan. Beda sama pesawat bayarannya mahal,” ungkapnya.

Terpisah, pengamat transportasi Sulut, Samuel Rompas menilai kapal laut merupakan jenis transportasi yang bisa memudahkan masyarakat. Meskipun tidak menampik dibandingkan pesawat, kapal laut membutuhkan waktu lama. “Bagi orang yang punya kesibukan, lebih memilih pesawat karena efisien waktu. Kalau perjalanan menggunakan kapal kan bisa makan waktu satu malam, jadi hal itulah yang menjadi pertimbangan masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, pantauan koran ini, Selasa (2/1) kemarin, suasana pelabuhan cukup ramai. Beberapa penumpang sedang menunggu keberangkatan kapal cepat, sementara penumpang lain baru saja tiba di pelabuhan.(ctr-02/gel)

Kirim Komentar