03 Jan 2018 09:58

Pengawas dan Kepsek Wajib Assessment

MyPassion
Gemmy Kawatu

MANADO—Kualitas guru di Sulawesi Utara (Sulut) yang meragukan, merujuk hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) beberapa waktu lalu mewajibkan pemerintah berbenah. Hal ini ditegaskan pengamat pendidikan Sulut Dr Ferry Mandang. Menurutnya, jika ingin pendidikan di Sulut mengalami peningkatan, para guru wajib mengikuti pelatihan. “Begitu juga penetapan pengawas dan kepala sekolah (kepsek) harus lebih ketat,” tukasnya.

 

Proses assessment, lanjut Mandang, harus dilakukan agar kualitas dari pendidikan Sulut baik. Di samping itu, kemampuan dan daya saing bisa didapatkan tenaga pendidik Sulut. "Bagaimana mengajarkan siswa dan siswi kalau tenaga pendidik lemah. Apalagi jika tidak ada pengawasan yang dilakukan terhadap guru dan sekolah. Pasti Sulut akan semakin tertinggal,” tukasnya.

Tantangan dalam dunia pendidikan, lanjut Mandang, semakin besar. Yaitu bagaimana mengimbangi materi dengan perkembangan zaman, apalagi tingkat anak putus sekolah tinggi. “Itu juga yang harus dijaga pemerintah Sulut," ucapnya, sembari menambahkan, kepsek harus mampu mengatur sekolah agar berkembang dan meningkatkan mutu. “Tenaga pengawas juga diharapkan hadir mengontrol jalannya pendidikan. Kedua hal ini membuat dunia pendidikan Sulut lebih berkembang dan dapat meningkatkan mutu pendidikan,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Sulut Gemmy Kawatu mengatakan, tahun ini semua tenaga pengawas dan kepsek di Sulut akan di-assessment. Hal ini juga berguna untuk mengukur kompetensi diri dari pengawas dan kepala sekolah. "Untuk pengawas yang baru jadi kewenangan provinsi, belum pernah di-assessment. Tahun ini, akan kami assessment agar bisa mengukur dan meningkatkan kompetensi mereka. Begitu juga dengan kepsek. Saya berharap semua memiliki kualitas memimpin sekolah," sebutnya. Tambahnya, anggaran untuk assessment tersebut sudah dialokasikan dalam APBD 2018.(ayurahmi/gel)

Kirim Komentar