03 Jan 2018 09:54
Diduga Rugikan Masyarakat

OJK Warning 21 Perusahaan

MyPassion

MANADO—Akhir tahun 2017, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui OJK Sulutgomalut merilis daftar perusahaan yang masuk penanganan OJK. Tercatat ada 21 entitas perusahaan yang diduga merugikan masyarakat. Daftar ini berdasarkan data Tim Satuan Tugas (Satgas) Waspada Invetasi.

 “Satgas penanganan dugaan tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi atau satgas waspada investasi mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap penawaran produk atau kegiatan usaha dari 21 entitas (lihat grafis,red) yang telah diidentifikasi pada Desember ini,” ujar Kepala OJK Wilayah Sulutgomalut Elyanus Pongsoda.

Diejaskannya, imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tidak memiliki izin usaha penawaran produk dan penawaran investasi. “Sehingga berpotensi merugikan masyarakat karena imbal hasil atau keuntungan yang dijanjikan tidak masuk akal,” terang Pongsoda.

Dia menambahkan, Satgas waspada investasi meminta kepada masyarakat selalu berhati-hati dalam menggunakan dananya. “Jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima,” sebutnya. Dia menjelaskan, peran serta masyarakat sangat diperlukan. “Terutama peran untuk tidak menjadi peserta kegiatan entitas tersebut dan segera melaporkan apabila terdapat penawaran investasi yang tidak masuk akal,” pungkas Pongsoda.

Terpisah, Pengamat Ekonomi Dr Joy Tulung PhD menyatakan, warga harus mengenali lebih dulu investasi apa yang dibutuhkan. Paham akan seluk beluknya. Serta tak mudah terpengaruh iming-iming pengembalian dana besar dan instan. Itu menjadi kunci terhindar dari tawaran investasi menyesatkan.

“Misalnya, kalau mau investasi logam mulia, langsung ke lembaga yang berkompeten. Investasi di pasar saham harus bisa dan siap dengan segala risikonya. Semakin besar benefit investasi, semakin besar juga risikonya. Intinya, pahami dan kenali kebutuhan investasi anda,” tutup Kepala Laboratorium Ilmu Manajemen FEBI Unsrat tersebut.(fgn)

Kirim Komentar