03 Jan 2018 14:21
Pilkada Rawan Pelanggaran

Kampanye Hitam via Medsos Marak

MyPassion

MINAHASA—Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Minahasa Juni nanti diperkirakan bakal diwarnai banyak pelanggaran. Pasalnya, tensi politik di Minahasa kian panas jelang pesta demokrasi ini. Bahkan, media sosial (medsos) macam jejaring sosial Facebook dibanjiri adu komentar dan pendapat tentang calon masing-masing.

Kapolres Minahasa AKBP Christ Pusung SIK mengakui, perkembangan penggunaan media sosial akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. Munculnya akun-akun palsu, diindikasi bisa memicu perpecahan ditengah masyarakat. “Terlebih, Pilkada di Minahasa masuk salah satu kategori rawan setelah Pilkada Aceh. Olehnya, penjatuhan sanksi tegas jadi prirotas ketika ditemukan adanya pelanggaran, termasuk di medsos,” tegas Pusung.

Sementara, Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Donny Rumagit memperkirakan, pelaksanaan Pilkada di Minahasa sarat akan pelanggaran. “Kami prediksikan dalam Pilkada Minahasa diwarnai  banyak sekali pelanggaran. Satu contoh simple, ujaran hate speech di medsos, penyebaran berita hoax di media online, dan lain sebagainya,” kata Rumagit.

Intensitas sejumlah masalah ini, dikatakannya berpotensi makin marak dijumpai kala pelaksanaan pilkada, khususnya memasuki periode kampanye.  “Kita bekerja sesuai dengan laporan. Nah,  saat ini kita sementara menunggu aturan turunan dari Bawaslu Pusat. Saat pelaksanaan kampanye nanti, aturan Bawaslu ini jadi pegangan kita menindaklanjuti masalah di lapangan,” katanya.

Masalah ini, lanjut Rumagit, meliputi fitnah, isu SARA dan lainnya. “Jika ada tim sukses kedapatan berbuat demikian, Paslonnya bisa kita gugurkan,” dia menegaskan. “Jadi, kalau ada pihak-pihak yang merasa dirugikan, jangan sungkan melapor. Hukuman pidana bisa mengancam,” pungkas Rumagit. (cw-01/fgn)

Kirim Komentar