03 Jan 2018 12:01

Anggaran PKH Bisa Tembus 25 Miliar

MyPassion

MINSEL—Alokasi anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) naik dua kali lipat. Bila tahun lalu, pemerintah pusat mengucurkan dana hingga Rp 12,1 miliar bagi 6.302 warga miskin di Minsel. Kini, anggaran PKH diperkirakan mencapai Rp 25 miliar. Menyusul bertambahnya kuota penerima tahun ini menjadi 11.076 calon penerima.

 

Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Harcho Poli mengungkapkan, meski bisa berubah, namun kuota penerima tidak akan berkurang jauh apalagi bertambah. Pasalnya, data calon penerima dikirim dari pusat. “Kuota diatur sesuai ketersediaan anggaran dan pembagian dengan memperhatikan keadaan ekonomi daerah. Kita tidak mungkin melakukan penambahan karena yang mengatur itu dari Kementerian Sosial,” ungkap Kepala Dinas Sosial Minsel Sofie Sumampouw.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan validasi data calon penerima. Menurutnya, anggaran bisa lebih besar bila dalam satu keluarga penerima terdapat beberapa orang yang memenuhi komponen yang diatur. Ditambahkan, Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Harcho Poli, pihaknya tidak bisa mengusulkan penerima baru bila hasil penelusuran yang dilakukan tidak sesuai dengan data pusat. “Kalau ada penambahan akibat belum mencapai kuota tetap datanya dari pusat kami tidak bisa menyisip atau melakukan pergantian,” jelasnya.

Pun dengan dana bagi penerima. Kata dia, bantuan langsung dikirimkan ke rekening penerima sehingga tidak mungkin tertahan. Di tahun lalu, penyaluran sempat terhambat akibat adanya perubahan sistem penyaluran dari Kantor Pos ke Bank Mandiri sehingga tiga tahap awal dilakukan sekaligus.

Legislator Ivone Rarang meminta pemerintah tidak hanya menyalurkan bantuan. Tapi turut melakukan pembinaan terhadap penggunaan bantuan. Selain itu, setiap tahun data penerima bantuan baiknya selalu diperbaharui. "Ini bantuan dari pusat yang tidak begitu tahu keadaan di daerah jadi sangat rawan salah sasaran. Pemkab harus ikut andil dalam proses survei yang dilakukan pemerintah pusat agar tidak terjadi kesalahan,” pungkasnya.(jen/gnr)

Kirim Komentar