30 Des 2017 09:46

47 Kasus Lakalantas, 12 Nyawa Melayang

MyPassion

MINAHASA—Sebanyak 12 nyawa melayang. Angka ini sesuai data Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Minahasa yang membeber data jumlah kecelakaan lalu lintas periode Januari hingga Desember. Dari data ini tercatat, dari total 47 kasus Lakalantas, 12 orang meninggal dunia, sementara luka berat 28 orang (lihat grafis, red). “Angka ini kelihatan tinggi, namun sebenarnya sesuai data yang kita punya, di banding tahun lalu angkanya turun,” terang Kapolres Minahasa AKBP Christ Pusung melalui Kasat Lantas AKP Ruddy Reppi.

Menurut Repi, angka yang menurun ini disebabkan operasi rutin yang dilakukan. “Ya, sedikit turun berkat operasi Patuh yang kita gelar bulan Agustus dan operasi zebra baru-baru ini. Saat ini juga kita tengah melakukan operasi hunting sekaligus pengamanan Natal dan Tahun Baru,” kata Reppi.

Namun, mantan PJR Polda Sulut ini berujar, 12 nyawa melayang sepanjang tahun 2017 masih tergolong tinggi. “Pentingnya menggunakan peralatan kelengkapan keselamatan dalam berkendara sehingga efek akibat Lakalantas tidak terlalu besar. Kalau motor pake helm, mobil pake sabuk pengaman,” ujarnya. Kemudian, lanjut Reppi, surat harus lengkap, dan hindari berkendara dalam keadaan tubuh kurang fit. “Dan yang terpenting, jangan mengkonsumsi miras,” pungkas Reppi.

Sementara, Kanit Laka Ipda Ronny Mawikere menambahkan, dari keseluruhan jumlah Lakalantas yang terjadi di wilayah hukum Polres Minahasa, kebanyakan terjadi di ruas jalan raya dengan kategori umur 10-20 tahun. “Umumnya terjadi dikarenakan merubah arah, kemudian jalan dengan kondisi penerangan yang minim turut menyumbangkan angka Lakalantas,” terang Mawikere.

Sedangkan untuk kategori pengendara  maupun korban, lanjut Mawikere, paling banyak anak muda. “Korban-korbannya juga kebanyakan anak muda. Bahkan ada kasus kemarin anak usia 11 tahun. Pentingnya pendampingan orang tua, dalam mengawasi anak-anak berkendara. Baru-baru ini kejadian Lakalantas terjadi di daerah Langowan dan Kawangkoan, usut di lokasi ternyata sudah mabuk,” kata Maweikere.

Dirinya pun mengimbau, menyambut perayaan tutup tahun nanti, pihaknya berharap kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi peraturan dan tata tertib berlalu lintas. “Sehingga masyarakat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Jadikan keselamatan sebagai kebutuhan bukan pilihan. Ingat, kecelakaan bisa terjadi kapan saja. Waspada dan selalu utamakan safety dalam berkendara,” tandasnya. (cw-01/fgn)

Kirim Komentar