29 Des 2017 13:57

Volume Sampah Saat Natal 394 Ton

MyPassion

MANADO—Produksi sampah di Hari Natal 25 Desember 2017 meningkat. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado Benard Waworuntu mengungkapkan, jika hari biasa hanya berkisar 280-310 ton, menjelang Natal meningkat menjadi 394 ton per hari. ”Kebanyakan sampah rumah tangga, restoran plastik, dan sampah yang hanyut di sungai,” ungkapnya.

 

Lanjut Waworuntu, peningkatan volume sampah disebabkan jumlah warga yang datang Kota Manado menjelang hari raya naik drastis. “Kemudian kebutuhan konsumtif rumah tangga dan restoran menjelang hari raya meningkat. Sehingga menambahkan produksi sampah,” ungkapnya.   

Ditambahkan Waworuntu, pihaknya memaksimalkan sumber daya di DLH. ”Petugas pengangkat sampah 190 orang tidak ada libur. Di hari raya semua all out bekerja menjaga kebersihan Manado,” ujarnya.

Selain DLH, pihaknya juga dibantu petugas kebersihan di 15 kecamatan di Kota Manado. ”Penyapu jalan dan petugas gorong-gorong ada di kecamatan. Mereka ikut membantu mengawal kebersihan Kota Manado,” jelasnya, seraya mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan Kota Manado.

Senada diungkapkan Kasi TPA DLH Carlos Mawuntu SIP. Dia menambahkan, produksi sampah setiap hari jelang Natal dan di hari H rata-rata mencapai 394.200 Kg. Per bulannya 12.220.200 Kg dan per tahun 146.253.600 Kg diterima TPA. ”Kami kebanyakan menerima sampah rumah tanggal dan restoran masuk di TPA Sumompo,” tandasnya.

Di sisi lain, kesadaran masyarakat memperhatikan kebersihan dan kesehatan masih kurang. Terpantau di Kelurahan Ranotana Weru lingkungan I, Kecamatan Wanea, sampah berserakan hingga menutupi setengah badan jalan. Hal tersebut mengganggu kesehatan dan pengguna jalan yang melintas.

"Kami selalu sampaikan pada warga, tempat ini bukan tempat sampah. Sudah ada balihonya. Namun tidak diindahkan," ujar Lurah Ranotanaweru Agnes Supit, saat sedang berjaga di lokasi, Kamis (28/12) pagi.

Diketahui lokasi tersebut dahulu tempat pembuangan sampah. Sejak Agustus pengangkutan sampah dilakukan setiap pagi oleh kepala lingkungan masing-masing. “Untuk sampah di tiap lingkungan sudah ada motor pengangkut sampah. Ini koordinir oleh pala lingkungan,” jelasnya.

Supit menambahkan, sebelumnya lokasi tersebut sudah sempat dibersihkan namun kurangnya kesadaran masyarakat  sehingga selalu ada masyarakat yang datang membuang sampah. Sedangkan untuk sosialisasi, perangkat kelurahan selalu menyampaikan dalam ibadah.

“Kebanyakan yang kami dapatkan di lokasi, masyarakat membuang sampah bukan dari Kelurahan Ranotana Weru. Melainkan warga lain,” kata Supit.

Sementara itu, Alo Piyoh, salah satu warga sekitar mengaku resah dengan banyaknya sampah yang menumpuk di tempat itu. “Ini sudah sangat meresahkan. Selain menutup setengah badan jalan, kalau hujan, sampah akan terbawa air ke bawah. Selain sampah akan berserakan di jalan, bau dari sampah sangat mengganggu dan tidak baik untuk kesehatan,” keluhnya.

Terkait respon pemerintah, dirinya mengaku pemerintah setempat sudah sering memberikan pemahaman kepada warga yang ada. “Lurah dan pala-pala sudah banyak memberikan sosialisasi, tetapi masih banyak yang masa bodoh. Menurut saya pemerintah perlu ditindak tegas jika kedapatan ada yang buang sampah ditempat itu,” harapnya. (ite/gel)

Kirim Komentar