29 Des 2017 09:57

Pemkot Anggarkan Penggusuran Pinggir Sungai

MyPassion
SOLUSI: Rumah relokasi bencana di Pandu Kecamatan Mapanget, sudah siap untuk dihuni. Foto: Arko/MP

PEMERINTAH perlu mengambil tindakan tegas untuk menjamin keselamatan warga. Jangan ada lagi warga yang jadi korban banjir akibat sungai yang meluap.

Pengamat lingkungan Prof Dr Odi Pinontoan MS menyebut, pembangunan di bantaran sungai berbahaya. Struktur tanah menjadi lembut akibat rembesan air, sehingga lokasi perumahan mudah longsor. “Selain itu terjadi penyempitan sungai dan pendangkalan. Bencana banjir pun tak bisa dihindari,” ujar Pinontoan.“Program relokasi yang diatur pemerintah harus dijalankan secepatnya, termasuk revitalisasi sungai,” tukasnya.

Tak hanya rentan bencana. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai juga rentan penyakit. Sumber air bersih tidak jelas dan terjadi pencemaran. “Pembuangan sampah secara sembarangan membuat lingkungan tidak sehat. Penyakit diare, infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit bahkan sampai demam berdarah akan timbul di lingkungan tersebut,” sebut Pinontoan. Diapun mendorong pemerintah mengambil langkah tegas menertibkan kawasan aliran sungai di Kota Manado. “Untuk menghindari bencana dan menyehatkan masyarakat,” tandas Pinontoan.

Pemkot Manado pun rupanya sudah siap mengambil tindakan. Program revitalisasi sungai akan dituntaskan. 15 meter sisi kiri dan kanan sungai aka  dikosongkan dari pemukiman. Tahun 2018, Pemkot melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) sudah menganggarkan penertiban rumah di pinggir sungai. “Untuk eksekusinya, kita menunggu petunjuk pimpinan,” sebut Kepala Sat Pol PP Kota Manado Xaverius Runtuwene.

Penegasan ini sejalan dengan penyampaian Wakil Wali Kota Manado Mor Bastiaan. Di mana, warga yang menjadi korban banjir tahun 2014  dan mendapatkan bantuan rumah relokasi di Pandu harus segera pindah. “Pemerintah berencana menertibkan 15 meter rumah di pinggiran sungai untuk mengantisipasi banjir. Sebab sesuai aturan, 15 meter di pinggiran sungai tidak boleh membangun,” ujarnya.

Langkah ini dinilai tepat oleh pengamat pemerintahan Sulut Dr Welly Waworundeng. Pemkot Manado harus berani merelokasi masyarakat di bantaran sungai jika ingin meminimalisir korban bencana. Kalau perlu pemerintah melakukan penertiban bangunan. “Masyarakat harus tunduk pada pemerintah karena semua telah diatur dalam regulasi,” ujarnya.

Namun, dosen Fisip Unsrat ini mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan tuntutan masyarakat terkait kelayakan sarana dan prasarana wilayah relokasi Pandu. “Kalau memang pemerintah menginginkan masyarakat pindah ke tempat baru, berarti semua telah dilakukan pengkajian mendalam," tutupnya.(ctr-03/gel)

Kirim Komentar