29 Des 2017 10:05
ASN TAK NETRAL, PECAT!

Dilarang Selfie Bersama Calon Kepala Daerah

MyPassion
Ilustrasi

MANADO –Peringatan keras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tak netral, jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Asman Abnur, mengeluarkan surat edaran netralitas bagi ASN pada penyelenggaraan Pilkada serentak 2018, pemilihan legislatif 2019 dan pemilihan presiden dan wakil presiden 2019.

 

Dalam edaran tersebut, menyebutkan larangan bagi ASN melakukan pendekatan terhadap partai politik, larangan memasang baliho, mendeklarasikan dirinya sebagai bakal calon kepala daerah, jika belum berhenti dari ASN. Dilarang mengunggah, menanggapi like, komentar atau menyebarluaskan foto bakal calon. Bahkan, ASN dilarang foto bersama dengan bakal calon. Ada sanksi bagi ASN yang melanggar. Sanksi disiplin ringan sampai berat.

Sanksi sedang berupa penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun, penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun dan penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun. Sanksi berat penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun, pemindahan dalam penurunan jabatan setingkat lebih rendah, pembebasan dari jabatan, pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai ASN.

Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sendiri akan melakukan pengkajian calon yang akan bertarung di Pilkada enam daerah yang berasal dari TNI, ASN dan Polri. Menurut Ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda, semua yang menjadi calon nanti, patut diwaspadai. “Menjaga netralitas sangatlah penting. Bawaslu Sulut juga sedang menunggu peraturan yang nantinya akan dikeluarkan Bawaslu pusat,” ungkap Malonda.

Dia mengatakan, Bawaslu akan memetakan kerawanan dari penyelenggaraan Pilkada nantinya. Untuk menjaga netralitas dari TNI, POLRI dan ASN dalam Pilkada di enam daerah, Bawaslu akan menggelar rapat koordinasi dengan pihak terkait. Seperti Kodam, untuk membahas netralitas TNI serta Polda untuk membahas netralitas dari kepolisian Sulut dan tentunya badan kepegawaian untuk menjaga netralitas ASN. “Jangan sampai dalam pengawasan, kami menemukan ada yang tidak netral. Tentunya, kami akan membangun koordinasi dengan semua pihak,” ucapnya.

Lanjutnya, tahun depan, rapat koordinasi sudah akan digelar. Semua itu dimaksudkan, agar tetap menjaga jalannya Pilkada ini tetap bersih. “Saya berharap semua pihak dapat melakukan kerja sama yang baik agar supaya Pilkada berjalan bersih dan sehat,” pintanya.

Pengamat Politik Dr Stefanus Sampe mengungkapkan, bila calon yang maju dari pihak TNI, POLRI dan ASN, mereka masih memiliki kekuatan di kesatuan mereka. “Apalagi bila ada yang akan maju, pasti mereka memiliki jabatan dan tentu saja memiliki anak buah. Hal ini yang perlu dijaga, agar tidak ada keterlibatan yang membuat netralitas menjadi goyah,” tegas Sampe.

Menurutnya, koordinasi dari penyelenggara dan beberapa pihak harus tetap dijaga guna menjaga netralitas tersebut. Pengawasan harus terus dilakukan. “Karena jika anak buah dari ASN, TNI dan POLRI bergerak, akan mengganggu stabilitas suara. Sesuai regulasi juga, semua jelas menunjukan bahwa mereka semua dilarang untuk ikut-ikut politik dan harus benar-benar netral dalam Pilkada nanti,” sebutnya.

Dia mengatakan, netralitas harus benar dijaga, agar hasil Pilkada nanti memang benar suara rakyat. Itu juga menurutnya, adalah pekerjaan yang harus cepat disikapi penyelenggara dan pengawas. “Apalagi mulai terdengar ada calon yang berasal dari anggota TNI dan ASN, jangan sampai ada anak buah mereka ikut terlibat dalam kontestasi nanti. Bukan hanya Pilkada ini harus terus dijaga dan diawasi sampai pada Pemilu 2019 nanti,” tegas Sampe.

Wagub Sulut Drs Steven Kandouw ketika dimintai tanggapan mengatakan, sudah jadi kewajiban ASN dilarang ikut politik praktis. "Menyalurkan pilihan saat Pilkada di bilik suara boleh. Tapi ada regulasi yang memang tak boleh dilanggar. Yakni tetap menjaga netralitas saat pesta demokrasi di daerah berlangsung. Ini harus kita jaga bersama," kunci Kandouw. (baladewa/ite)    

Kirim Komentar