29 Des 2017 10:09

Bermasalah, 535 WNA Dideportasi

MyPassion

MANADO—Akibat bermasalah dengan aturan keimigrasian Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun dari Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM) Provinsi Sulut, sudah 535 warga negara asing (WNA) dideportasi dari tanah Nyiur Melambai. “Ratusan WNA tersebut mayoritas berasal dari Filipina,” ungkap Dodi Karnida, Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah diwawancarai Manado Post.

 

Yang terbaru, Rabu (27/12) lalu juga ada 7 WNA Filipina yang kembali dideportasi Imigrasi Bitung. “Sebanyak 7 orang laki-laki warga negara Filipina, diberangkatkan dari Manado ke Manila via Bandara Soekarno-Hatta,” sebut Karnida. Para deportan itu menurutnya adalah 3 orang eks narapidana Lapas Bitung yang terlibat kasus penggunaan KTP RI dan telah menjalani masa hukuman selama 8 bulan, dan diserahkan kepada Kanim Bitung 19 Desember 2017.

Masing-masing bernama Raimon Lastimousa, Samuel Mahusay dan Riyan Lucas. Sementara 4 orang lainnya, merupakan hasil pengawasan yang dilakukan Kantor Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Bitung sejak Desember 2016. “Yang diserahkan kepada Kanim Bitung pada 20 Desember 2017,” bebernya Karnida.

Menurutnya, dari Bandara Soekarno-Hatta mereka diberangkatkan dengan pesawat Cebu Pasific pukul 1.20 WIB dinihari. Akan tiba di Bandara Manila sekira pukul 5.00 pagi waktu setempat. Biasanya mereka akan dijemput petugas dari Kementerian Sosial Filipina untuk kemudian diberangkatkan ke daerahnya masing-masing, yaitu di wilayah Filipina Selatan seperti Davao dan Saranggani.

Sementara itu, nasib 11 nelayan asal Filipina yang terdampar di Desa Batumbalango, Kecamatan Essang Selatan, Kabupaten Kepulauan Talaud, sejak Jumat (15/12) lalu, akhirnya menemui titik terang. Hal tersebut setelah Polsek Essang melalui Bripka Amri Ontorael dan Brigpol Demsi Sahoa, mengawal kesebelas nelayan ke Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe menggunakan Kapal Sabuk Nusantara 38, Kamis (27/12) kemarin.

Usai tiba di Tahuna, kesebelas nelayan tersebut diserahkan kepada pihak Imigrasi, guna proses pemulangan ke Filipina. Selama ini, mereka diamankan di Mapolsek Essang. Hal itu menurut Karnida, selain sebagai kegiatan pengawasan. Merupakan proses kemanusiaan. Karena menurut pemeriksaan aparat terkait, mereka memang benar-benar terdampar setelah kapal penangkap ikan yang mereka gunakan terkena hantaman badai. Kemudian kapal mereka terseret ombak dan tersangkut di karang sekitar pantai Desa Batumbalango.

“Sebenarnya akan lebih efisien jika mereka dideportasi dari Talaud langsung ke wilayah Filipina. Namun karena perahu mereka rusak parah dan tidak dapat diperbaiki, maka menurut rencana jika telah selesai diperiksa, mereka akan dideportasi ke Manila dari Manado via Bandara Soekarno-Hatta,” jelasnya. Masih dikatakan Karnida, pada 15 Desember lalu Divisi Keimigrasian juga mendeportasi 4 orang warga negara Filipina. “Keempat WNA Filipina tersebut, sebelumnya ditangani Kantor Imigrasi Bitung,” kuncinya.(gnr)

Kirim Komentar