28 Des 2017 10:30

Wawancarai Obama, Pangeran Harry Mendadak Jadi Penyiar

MyPassion
TOKOH DUNIA: Pangeran Harry dan Presiden AS Barack Obama bertemu pada Minggu (17/12). Namun, hasil wawancaranya diudarakan, Rabu (27/12), di BBC Radio 4's Today.

LONDON – Queen atau The Queen? Harry atau William? Olympus has Fallen atau White House Down? Itu sebagian pertanyaan cepat Pangeran Harry, ketika mendadak jadi penyiar dan diberi tugas mewawancarai mantan Presiden AS Barack Obama. Wawancara yang berlangsung 40 menit tersebut berjalan dengan santai. Meskipun, sebagian isu yang dibahas menyangkut pemerintahan dan politik internasional.

Sebenarnya dua tokoh dunia itu bertemu pada Minggu (17/12). Namun, hasil wawancaranya diudarakan kemarin (27/12) di BBC Radio 4's Today. Salah satu yang dibahas adalah penggunaan media sosial bagi para pemegang tampuk kepemimpinan. Obama tentu saja tidak menyebut nama penggantinya, Donald Trump, yang bisa dibilang maniak Twitter. “Kita semua yang menjadi pemimpin harus menemukan cara untuk menciptakan ruang publik di internet,’’ ujar Obama kepada Pangeran Harry.

Suami Michelle itu mengingatkan, jika tidak digunakan dengan bijak, internet berisiko menumbuhkan prasangka dan memicu keretakan di masyarakat. Informasi yang salah bisa menyebar luas. Presiden ke-44 AS itu mengungkapkan keprihatinannya akan masa depan di mana fakta-fakta diabaikan serta orang-orang hanya membawa dan mendengar hal-hal yang sesuai dengan pandangan mereka saja.

Politikus yang telah memimpin AS selama 8 tahun itu mengungkapkan, media sosial adalah alat yang memiliki kekuatan besar untuk menghubungkan orang. Meski begitu, dia juga menekankan pentingnya sosialisasi secara offline. Misalnya, dengan bertemu di pub, tempat ibadah, dan berbagai lokasi yang lain untuk lebih saling mengenal. “Sebab, sebenarnya di internet semuanya tampak mudah dan ketika Anda bertemu orangnya secara langsung baru tahu bahwa mereka rumit,’’ tegasnya.

 

Selain masalah media sosial, Obama berbincang tentang masa-masa memimpin AS dan juga kegiatannya saat ini. Menurut dia, menjadi presiden cukup sulit dan menantang. Orang-orang yang dicintainya menjadi rentan terhadap ancaman. Segala tindak tanduknya juga diawasi publik. Menurut dia, itu pengorbanan bagi setiap orang yang terjun ke dunia politik. Pengorbanan tersebut layak ketika bisa membuat perubahan yang positif pada dunia.

Obama juga menceritakan, kini dirinya lebih rileks karena tidak lagi menjadi orang nomor satu di AS. Dia bisa mengatur waktunya, apa yang akan diprioritaskan. Meski begitu, dia tetap peduli dengan berbagai urusan negara.

Pangeran Harry kemarin juga diwawancarai secara langsung pada program yang sama. Harry ditanya apakah akan mengundang Obama ke pernikahannya dengan Meghan Markle pada Mei mendatang. Beredar isu bahwa pihak istana melarang Harry mengundang keluarga Obama karena hal itu akan membuat marah Trump. Terkait hal tersebut, Harry tidak mau menjawab. Menurut dia, daftar tamu undangan belum dibuat. “Saya tidak mau merusak kejutannya,’’ tegasnya. (jpg/vip)

Kirim Komentar