28 Des 2017 11:39
Naik 100 Persen, Rawan Pungli

Iuran Sampah Capai 40 Ribu

MyPassion
Ilustrasi

MANADO—Mulai tahun 2018, iuran sampah naik menjadi 100 persen per rumah tangga. Hal ini diungkapkan Kepala Bagian Hukum Yanti Putri SH MH. Menurut Yanti, kenaikan iuran sampah ini sudah disetujui anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado. ”Kemungkinan Perda Retribusi Sampah dimulai Februari 2018. Kalau dulu rumah tangga membayar iuran sampah 10 ribu perbulan naik 20 ribu. Begitu juga yang biasa bayar 20 ribu, naik 40 ribu,” bebernya.

 

Dia menjelaskan, retribusi sampah dinaikkan karena sudah tidak sesuai perkembangan. Kenaikan tersebut mengikuti indeks harga dan pertumbuhan ekonomi. ”Nantinya iuran ini masuk dalam APBD, kemudian dikembalikan membayar operasional sampah. Salah satunya honor petugas kebersihan di Kota Manado,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yohanis Bernard Waworuntu sangat mendukung kenaikan retribusi sampah. Agar retribusi sampah bisa membiayai pengelolaan sampah di Kota Manado dan tidak membebani APBD. ”Kami juga sebagai instansi teknis terus berupaya Kota Manado terlihat indah dan bebas dari sampah. Sambil berharap masyarakat terus meningkatkan kesadarannya akan pentingnya kebersihan lingkungan,” harapnya.

Warga Tuminting Jems Baeng mengaku pasrah dengan peraturan yang dikeluarkan pemerintah. ”Tapi kami juga mengingatkan jika memang retribusi kebersihan dinaikkan, petugas kebersihan mulai dari kelurahan sampah kecamatan harus benar-benar menjalankan tugasnya. Agar masyarakat tidak kecewa membayar iuran tiap bulan,” tukasnya. ”Kami juga meminta pengawasan terhadap pungutan iuran sampah lebih diperketat. Sebab retribusi sampah rawan pungli jika penagihannya dilakukan oleh perangkat kelurahan,” tambahnya.

Di sisi lain, anggota Komisi B DPRD Kota Manado Arthur Rahasia menganggap kenaikan retribusi sampah akan membebani masyarakat. “Saya juga meminta penagihan retribusi harus jelas. Harus didata jumlah rumah di setiap kelurahan. Jangan sampai ada pungli. Kemudian sistem pembayaran juga harus diubah,” pungkasnya.(***)

Kirim Komentar