27 Des 2017 11:19

Soal Ketum Golkar, Janji Jokowi Ditagih

MyPassion
Airlangga Hartanto

MANADO—Merangkapnya jabatan Airlangga Hartanto, baik sebagai menteri maupun Ketum Golkar, menuai banyak reaksi. Pengamat Politik Dr Stefanus Sampe menilai, dalam ketatanegaraan memang tidak diatur tentang rangkap jabatan ketua partai menjadi menteri. “Memang tak diatur dalam aturan tentang rangkap jabatan seorang menteri menjadi ketua partai. Apalagi partai hanya sebagai lembaga formal," kata akademisi Pasca Sarjana Unsrat ini.

 

Namun lanjut Sampe, perlu diingat, bahwa Jokowi pernah mengeluarkan statemen menteri tidak harus sebagai ketua partai. “Guna untuk kelancaran tugas dan wewenang menteri tersebut. Untuk itu perlu tindakan dari Jokowi selaku pemegang kekuasaan eksekutif. Karena ini merupakan etika ketatanegaraan,” jelasnnya.

Sementara Pengamat Dr Politik Ferry Liando berpendapat lain. Menurutnya, baik Jokowi maupun Airlangga sama-sama diuntungkan dengan rangkap jabatan ini. “Bagi Joko Widodo, anggota kabinet yang mengendalikan parpol seperti Airlangga, tentu akan sangat menguntungkan dirinya. Rancangan kebijakan yang hendak diusulkan Pemerintah pasti butuh dukungan anggota DPR,” ungkapnya.

Semakin banyak anggota DPR yang mendukung. Maka akan sangat mudah bagi pemerintah menetapkan rencana kebijakannya. “Dan Golkar adalah salah satu fraksi terbesar di DPR. Sehingga Jokowi sangat berkepentingan dengan parpol ini,” jelas Liando. Jika ketua Golkar, lanjut Liando merupakan anggota kabinet, akan makin sangat mudah bagi Jokowi untuk mengendalikan parpol ini. “Bagi Golkar, jika ketumnya adalah anggota kabinet, tentu akan sangat menguntungkan partai Golkar. Pertama, Golkar akan sangat diuntungkan dari sisi branding parpol. Jika parpol hanya dipimpin orang biasa tanpa mengendalikan kekuasaan pemerintah, maka parpol cenderung stagnan,” jelas Liando.

Kemudian, jika Ketum Golkar seorang menteri, katanya juga sangat menguntungkan bagi partai berlogo beringin tersebut. Jika ketua berada di lingkaran kekuasaan, maka Golkar tidak perlu kuatir diadu domba sebagaimana konflik Aburizal Bakrie

12
Kirim Komentar