23 Des 2017 10:00

PKL Kuasai Pasar 45

MyPassion
PEDAGANG MUSIMAN: Trotoar di sekitar tugu zero point, dijadikan tempat berjualan serta dipenuhi aneka dagangan, mulai buah-buahan, sandal, cepatu dan aneka mainan anak-anak. Aktivitas pejalan kaki, baik mobil maupun sepeda motor menjadi terganggu. Foto: Reza Mangantar/ MP

MANADO—Menjelang Natal dan Tahun Baru Pasar 45 kembali semrawut. Pedagang kaki lima (PKL) memadati salah satu lokasi perbelanjaan favorit warga tersebut. Hal ini membuat jalanan sempit dan kemacetan tak bisa dihindari. Dari pantauan, Jumat (22/12) kemarin, ratusan PKL, baik berjualan kue, pakaian, maupun sepatu sudah memakai setengah badan jalan kiri dan kanan.

 

”Sudah menjadi tradisi setiap tahun PKL menguasai jalanan Pasar 45 untuk berjualan. Saya heran tidak ada petugas melarang, padahal kawasan ini masuk area dilarang berjualan,” ungkap salah satu sopir angkot, Judin.

Sementara pedagang Kaki Lima yang enggan menyebutkan namanya mengungkapkan, mereka sudah mendapatkan izin berjualan di situ. Kalau tidak ada izin, pihaknya takut berjualan karena akan dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol-PP). ”Kami juga tidak tahu izin dari siapa. Karena kami hanya ditugaskan berjualan. Sebab itu urusan bos,” singkatnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Manado M Sofyan mengatakan petugas Dishub sudah all out membantu tugas kepolisian mengurai kemacetan di Kota Manado. ”Mengurus PKL yang semrawut bukan tugas kita,” singkatnya. Terpisah, Kepala Sat Pol-PP ketika dikonfirmasi kaget kalau PKL menguasai jalanan untuk berjualan.

”Nanti saya tugaskan petugas menertibkan,” ujarnya. Menurutnya, jumlah personel Sat Pol-PP yang diturunkan untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru ada 600 orang. ”Nanti mereka juga akan berjaga di pasar 45, untuk menertibkan penjual,” pungkasnya. (ite/gel)

Kirim Komentar